Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat, Pr Foto Istimewa.

Ruteng. Kastra Dalam awal tahun baru 2021 ini, pandemi  Covid-19 merebak  cepat  dan luas di wilayah Keuskupan Ruteng. Hal  ini  tampak   dalam  meningkatnya  kasus  positif Covid-19  di  berbagai  wilayah   di  Manggarai  Raya maupun terpapamya beberapa imam dan  suster   oleh  virus  ini.

Data  dari  monitor harian  Covid  19 untuk kabupaten Manggarai per  13 Januari   2021 menunjukkan sudah  ada  102 terkonfirmasi reaktif rapid   antigen,   101   terkonfirmasi positif   test  PCR,  di  antaranya  86  sembuh,   13  masih  dirawat, dan  3 meninggal.  Untuk  Manggarai Barat, per  14 Januari 2021 tercatat 275 terkonfirmasi positif di antaranya 163 sembuh,   109 masih  isolasi,  dan  3 meninggal. Untuk  Kabupaten  Manggarai Timur,  data  covid-19 masih relatif rendah,  namun  tetap  perlu  waspada.  

Untuk itu Uskup Ruteng mengeluarkan Instruksi  Nomor: 014/ 1.1/1/2021 Tentang Pembatasan Sosial Pelayanan Gereja Dalam Masa Pandemi yang diterima media ini, Jumad 15 Januari 2021. Hal ini sesuaiinstruksi  Menteri  Dalam  Negeri Nomor 01 tahun  2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan   untuk   Pengendalian  Penyebaran  Corona   Virus   Disease   2019  (Covid-19).

Instruksi ini dikeluarkan setelah   berkomunikasi dengan  Pemda  Manggarai, Manggarai Barat  dan Manggarai Timur,  karni  menyampaikan beberapa pedoman  pastoral berikut  ini:  yang ditujukan lepada Para imam, biarawan/wati, dan seluruh umat Allah Keuskupan Ruteng.

Isi Instruksi Uskup Ruteng sebagai berikut:

I.  Sejak  tanggal  16 s.d  31 Januari  2021  tidak  dilaksanakan misa  umat  pada  hari  Minggu  dan  harian  di Gereja Paroki/Stasi dan Biara. Dalam kurun waktu ini, umat dapat  mengikuti  misa secara daring (online) lewat  live streaming  Komsos  Keuskupan Ruteng maupun  lewat radio  NG Keuskupan Ruteng.

    2. Pemberkatan Jenasah  dengan  misa  atau  ibadat   sabda  di  tengah  keluarga dapat     dilaksanakan   dengan

protokol kesehatan yang  sangat  ketat:  maksimal peserta  10 orang  dengan  aturan  5 M (memakai masker,

menjagajarak, mencuci  tangan, mengurangi mobilitas  dan interaksi,  dan menjauhi kerumunan)

3. Misa  “peringatan arwah”  tidak  dilaksanakan di  rumah  keluarga  berduka,  tetapi  dapat dirayakan oleh

Pastor  Paroki di Gereja  hanya  dengan  keluarga inti (maksimal  10 orang).

4Pemberkatan nikah  yang  sudah  direncanakan dalam  kurun waktu  di  atas  dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang  sangat  ketat: maksimal  30 peserta  dengan  aturan  5 M. Untuk  itu  karni juga menghimbau  umat   untuk   merayakan  resepsi    pemikahan  sesederhana  mungkin   dengan   protokol kesehatan yang sangat ketat.

5. Semua pelayanan sakramen lainnya ditunda,  kecuali pelayanan  sakramen  minyak  suci.

6.  Semua kegiatan  pastoral  tatap  muka  umat di Paroki,  Stasi dan KBG ditunda.

7. Kami juga menghimbau umat  untuk terlibat  secara aktif dalam proses  vaksinisasi  Covid-19 yang sedang dijalankan saat ini, dan tetap berdisiplin  berperilaku  5 M.

8.  Instruksi  ini berlaku  sampai tanggal  31  Januari  2021. Setelah itu diberlakukan kembali  instruksi pastoral Uskup  Ruteng No 071/II.1/VI/2020 tentang Pastoral  dalam Normalitas Baru.

Marilah  kita  menyerahkan harapan  dan  keselamatan kita  kepada  Tuhan  yang  maha  pengasih  dan  maha pelindung:  “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau,  di bawah  sayap-Nya engkau  akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah  perisai  dan  pagar  tembok…  Engkau tak  usah  takut  terhadap penyakit sampar  yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.” (Mzm 91:4.6).

Gereja Keuskupan Ruteng dipanggil untuk  terlibat aktif dengan  semua pihak dalam membendung dan mengatasi penyebaran wabah  Covid-19 ini. (wig)