Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula (Foto: Ist)

Labuan Bajo, Kastra.co – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula bersama 16 lainnya sebagai tersangka kasus tanah di Labuan Bajo, Kamis (14/1/2021).

Hal itu disampaikan Aspidsus Kejati NTT, Muhammad Ilham Samuda saat ditemui awak media di Kejari Mabar.

Hal itu disampaikan Aspidsus Kejati NTT, Muhammad Ilham Samuda saat ditemui awak media di Kejari Mabar.

Ia mengatakan, Bupati Dula langsung ditahan oleh Kejati NTT dan langsung dibawa ke Bandara Komodo Labuan Bajo menuju Kota Kupang.

“Iya, kami tahan,” ujar Aspidus melansir Pos Kupang.

Sebelumnya, Bupati Dula kembali diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mabar, Kamis (14/1/2020).

Bupati Dula diperiksa terkait dugaan korupsi pengalihan aset tanah Pemerintah Daerah (Pemda) seluas 30 ha senilai Rp 3 Triliun, yang terletak di Kerangan Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Bupati Dula tiba di Gedung Kejari Mabar menggunakan sebuah mobil berwarna hitam bernomor polisi EB 1125 GA.

Mengenakan kemeja lengan panjang dan memegang handphone di tangan kirinya, Bupati Dula langsung masuk ke dalam gedung.

Namun Bupati Dula tidak menjawab saat awak media berusaha mewawancarai.

Sementara itu, awak media yang berusaha mengambil gambar hingga ke dalam gedung dihalangi oleh petugas yang berjaga di depan pintu masuk gedung.

“Tidak boleh pak, ambil gambar dari dekat, ini perintah dari atasan,” kata petugas kepada awak media.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan Bupati Dula guna pendalaman keterangan saksi.

Bupati Dula pun telah menjalani pemeriksaan sebanyak 4 kali sejak kasus tersebut ditangani Kejati NTT.

Sejumlah saksi terkait kasus tersebut telah berada di dalam Gedung Kejari Mabar sejak pagi hari.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati NTT Abdul Hakim saat dikonfirmasi via telepon dan aplikasi WhatsApp (WA) belum merespon.