Kastra.co – SDS Santo Markus I – Kramatjati, Rabu (2/12/2020) pagi, melaksanakan webinar dengan tema, “Sekolah Tatap Muka Di Tengah Pandemi Covid-19”.

Webinar ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggapan sekolah terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19.

Dalam webinar ini, dr. Yohanes Deni Brianto menjadi narasumber tunggal berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sebagai relawan Covid-19 di RS Duren Sawit, Jakarta Timur. dr. Deni dalam materi dan penjelasannya menekankan betapa pentingnya pola kehidupan yang baik dalam menjaga diri dari penyebaran Covid-19 ini.

Pada bagian pertama, dr. Deni memaparkan kondisi negara Indonesa khususnya DKI Jakarta dalam angka penyebaran Covid-19. Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 di Jakarta semakin hari semakin meningkat akan tetapi angka penyembuhannya terus membaik.

Kemudian, dr. Deni melanjutkan penjelasan tentang struktur dan cara penyebaran virus corona yang sering terjadi. Sebagai relawan Covid-19, dr. Deni tentu memberikan tips-tips untuk menghindarkan diri penyebaran virus ini.

Pada bagian akhir, dr. Deni memberikan langkah-langkah yang mesti dilakukan oleh siswa-siswi Ketika melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Pedoman yang diberikan oleh dr. Deni tentu berdasarkan apa yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan dalam menyongsong pembelajaran tatap muka.

Webinar ini dihadiri oleh siswa-siswi kelas 4 sampai kelas 6, para orangtua dan bapak/ibu guru SDS Santo Markus I – Kramatjati. Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti webinar ini karena mereka mendapatkan pengetahuan yang kompleks tentang virus corona itu sendiri.

Beberapa orangtua dan guru juga menanyakan kepada dr. Deni tentang keputusan Menteri Pendidikan yang Kembali membuka kemungkinan untuk sekolah tatap muka di bulan Januari 2021.

dr. Deni dalam tanggapannya mengatakan bahwa rencana sekolah tatap muka ini tentu saja melalui pertimbangan yang kompleks, tetapi Menteri Pendidikan sendiri menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada kepala daerah dan keputusan sekolah serta orangtua itu sendiri. Karena merekalah mengetahui keadaan rilnya di lapangan. Dia berharap agar SDS Santo Markus I – Kramatjati lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan mengenai hal ini, apalagi angka penyebaran Covid-19 di Jakarta masih tinggi.

“Saya senang mengikuti webinar dan edukasi kesehatan tentang Covid-19 ini karena saya menjadi paham tentang virus corona dan bahayanya. Saya sendiri setuju kalau sekolah melakukan pembelajaran tatap muka yang terpenting tetap memperhatikan protokol Kesehatan yang sangat ketat apalagi kita yang hidup di Jakarta, yang mana angka kasus Covid-19 masih tinggi. Tetapi kita menyerahkan semua keputusan kepada pihak sekolah dan kesepakatan dengan orangtua yang tentunya lebih mengetahui persiapan mereka dalam sekolah tatap muka. Saya berharap sekolah lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan seperti itu.” Kata Jessica Willy, salah seorang siswi kelas 6B yang mengikuti webinar ini.

Menutup webinar ini, Bapak Antonius Yorito Jambar, selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SDS Santo Markus I, berpesan agar semua peserta khususnya siswa/I SDS Santo Markus dapat menerapkan pola hidup sehat dan protokol Kesehatan yang sesuai dengan penjelasan dari dr. Deni.

Dia memberikan keyakinan kepada semua peserta bahwa rencana kegiatan pembelajaran tatap muka bukanlah keputusan final untuk sekolah tetapi harus melalui pertimbangan kondisi kita di Jakarta. Keputusan sepenuhnya nanti adalah kesepakatan sekolah dan orangtua. Sekolah tidak memaksa agar segera membuka Kembali sekolah tatap muka tetapi sekolah akan terus mempelajari situasi dan kemungkinan untuk sekolah tatap muka. Prinsip pertama dan utama dari sekolah adalah Kesehatan dan keselamatan semua warga sekolah. (CBN)