Abraham : Empat Pilar Bangsa Harga Mati

0
86
Anggota MPR RI sekaligus anggota DPD RI Abraham Liyanto saat mengadakan Sosialisasi MPR di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/11/2020)

Kupang – Anggota MPR sekaligus DPD RI Abraham Liyanto mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar menjaga dan merawat empat pilar bangsa ini yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Pasalnya empat pilar sudah menjadi harga mati yang tidak boleh diganti.

“Kita lawan kalau ada yang mau menggantikan,” kata Abraham dalam kegiatan sosialisasi MPR di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (20/11/2020).

Ia menjelaskan empat pilar bangsa merupakan dasar kelahiran dan spirit pembentukan bangsa ini. Keempatnya menjadi satu-kesatuan yang tidak bisa dihilangkan salah satunya.

“Kita sebagai generasi muda jangan sia-siakan kerja keras para pendiri bangsa. Kita bersyukur sudah mendapatkan negara yang aman, tentram dan kaya sumber daya alam. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan yang ada supaya bangsa ini bisa lebih makmur,” tutur anggota Komite I DPD ini.

Dia mengingatkan ada kelompok yang ingin menjadikan Indonesia seperti beberapa negara di Timur Tengah yang pecah akibat perang saudara. Berbagai provokasi dan hasutan terus disebar untuk membangkitkan kebencian antar masyarakat. Kelompok-kelompok ini juga terus berupaya untuk menggantikan empat pilar bangsa.

“Jika kita tidak hati-hati, bangsa ini bisa benar-benar pecah ini negara. Kita orang NTT harus berada di depan untuk mempertahankan keutuhan negara ini,” tutur Ketua Kadin NTT ini.

Menurutnya, bangsa ini telah didirikan dengan susah payak oleh para pendiri. Mereka harus mengorbankan diri untuk membentuk Indonesia. Sebagai generasi penerus, wajib hukumnya untuk mempertahankan negara ini karena didirikan dengan pengorbanan jiwa.

“Kita harus malu dengan pendiri kita. Mereka telah mendirikan bangsa ini dengan darah. Masa kita untuk mempertahankan saja tidak boleh. Kita harus teguh menjaga keutuhan negara ini,” tutup Abraham.