Polres Manggarai Diminta Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Terhadap penyandang Disabilitas di Rahong Utara

0
1422

Kastra.co – Penyandang disabilitas tuli dan bisu (tunarungu) Romanus Nala (18) di Dusun Kondong, Desa Wangko, Kecamatan Rahong Utara, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh FJ dan HJ.

Dilansir media Warta Nusantara, peristiwa itu terjadi saat acara pesta pernikahan di Pante, Dusun Kondong Desa Wangko Kecamatan Rahong Utara, pada Jumat (13/11/2020) lalu.

Tua Gendang Tahang, Dionisus Darman mengatakan, pihaknya telah bosan mengurus pelaku yang kerap melakukan keonaran di kampung Tahang.

Menurut Darman, pelaku setidaknya sudah empat kali melakukan tindakan kriminal yang diselesaikan secara adat dan di kepala desa.

“Kami berharap agar kasus ini diselesaikan dari pihak ini (kepolisian). Jangan ada selesai begitu saja. Kami butuh kepuasan,” pinta Dionisus Darman dikutip dari Warta Nusantara.

Sementara itu, Arkadeus Hamudin, Praktisi Hukum asal Manggarai di Jakarta mendesak polisi untuk menindak tegas pelaku penganiayaan terhadap Romanus.

“Penyandang disabilitas merupakan kaum yang wajib dilindungi karena segala keterbatasannya,” jelas Arkadeus.

Arkadeus menegaskan bahwa pelaku penganiayaan terhadap penyandang disabilitas harus diproses secara serius.

“Tindak pidana penganiayaan terhadap penyandang disabilitas wajib ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku, dan saya minta kepada POLRES manggarai segera mengusut tuntas kasus ini supaya tindakan penganiayaan seperti ini tidak terjadi lagi. Apalagi menimpa seorang penyandang disabilitas,” kata Praktisi Hukum asal Manggarai ini.

Arkadeus juga menghimbau masyarakat Kampung Tahang tetap tenang hingga pelaku penganiayaan diproses hukum oleh Polres Manggarai.

Sebelumnya, dari pengakuan orangtuanya, korban mengalami luka memar di pundak, leher dan bagian bawah ketiak. Korban pun sudah melakukan visum di RSUD dr Ben Mboi, Ruteng.

Atas peristiwa ini, sekitar 40 orang anggota keluarga korban termasuk tokoh adat Gendang Tahang dan tokoh masyarakat mendampingi orang tua korban untuk melapor ke dua terduga pelaku penganiayaan itu ke Unit Reskrim Polres Manggarai pada, Senin (16/11/2020). (CBN)