Penjelasan KPUD Manggarai Terkait Status Pencalonan Heribertus Ngabut

0
2509

Ruteng, Kastra.co – Status pencalonan Heribertus Ngabut sebagai Calon Wakil Bupati Manggarai mendampingi Heribertus Nabit masih dipertanyakan oleh kubu Deno-Madur (DM) melalui Tim Kuasa Hukumnya.

Melalui surat bernomor 02/TH-DM/XI/2020 tertanggal 9 Nopember 2020 Tim Kuasa Hukum DM mengajukan permohonan klarifikasi kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Manggarai. Mereka meminta KPUD menjelaskan ke publik terkait status pencalonan Heribertus Ngabut sebagai Calon Wakil Bupati Manggarai, pasalnya hingga saat ini KPUD selaku penyelenggara pemilu belum terbuka ke publik terkait SK pensiun Heribertus Ngabut yang berstatus ASN Golongan IV C itu.

“Kami ingin tahu apakah Heribertus Ngabut sudah memenuhi syarat pencalonan atau belum?. Kalau sudah memenuhi syarat mana SK pensiunnya?. Oleh karena itu perlu ada keterbukaan informasi dari KPUD demi kepentingan hukum dan keberlangsungan proses Pilkada Manggarai yang damai” Ujar Ketua Tim Kuasa Hukum DM, Melkior Judiwan kepada kastra.co pada Jumat (13/11/2020) di Ruteng.

Melkior juga mengatakan bahwa permohonan klarifikasi yang dilakukan oleh kubu DM sangatlah penting, sebab sejauh ini yang diketahui oleh publik bahwa Heribertus Ngabut masih berstatus ASN aktif kendatipun Ia pernah menyatakan dirinya sudah mengantongi SK pensiun melalui konferensi pers.

“Kalau memang beliau Heri Ngabut sudah mengantongi SK pensiun maka KPUD harus menunjukan itu ke publik. Hal ini menjadi penting untuk menjawab keraguan publik tentang status pencalonan Calon Wakil Bupati itu” Kata Melkior.

Menanggapi permintaan klarifikasi itu, Ketua KPUD Kabupaten Manggarai, Tomi Hartono kepada kastra.co mengatakan bahwa berkaitan dengan status pencalonan Heribertus Ngabut sebagai Calon Wakil Bupati Manggarai sudah tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 3 tahun 2017 bahwa paling lambat 30 hari yang bersangkutan sudah menyerahkan SK pensiun definitif ke KPUD.

Tomi mengatakan saat ink pihaknya memastikan bahwa untuk dokumen, baik dokumen syarat pencalonan maupun syarat calon ada tamline waktu sehingga status memenuhi syarat atau tidak sangat bergantung pada waktu yang diamanatkan dalam PKPU itu.

Pada prinsipnya, Jelas Tomi, KPUD Kabupaten Manggarai hanya sebagai user, artinya KPU hanya menerima SK yang diterbitkan oleh lembaga Badan Kepegawaian Nasional dan Penjabat Bupati Manggarai terkait masa pensiunnya Heribertus Ngabut.

“KPUD tidak bisa memberi penilaian terhadap Heribertus Ngabut apakah Ia sudah mengundurkan diri atas permintaan sendiri atau atas batas usia pensiun, sebab dalam pasal 69 PKPU menjelaskan bahwa SK pensiun harus sudah diterima paling lambat 30 hari sebelum pemungutan dan Heribertus Ngabut melalui tim penghubung sudah menyerahkan SK itu ke KPUD pada tanggal 5 Nopember lalu dan itu sudah tertuang dalam Berita Acara” Jelas Tomi.

Terkait keterbukaan ke publik, Tomi menjelaskan tidak ada perintah lanjutan dari PKPU bahwa Berita Acara SK pensiun Heribertus Ngabut harus dibuka ke publik.

SK pensiun Heribertus Ngabut, Kata Dia, hanya bisa diserahkan ke Bawaslu, Calon Bupati dan Wakil Bupati bersangkutan dan Partai Pengusul, sedangkan yang lain tidak bisa.

“Kami hanya menjalankan amanat PKPU. Apa yang tidak diamanatkan oleh PKPU maka Kami tidak akan menjalankan itu. Kerja harus ikut aturan, tidak bisa buat diluar aturan. Begitupun sebaliknya” Tegas Tomi.

Kembali Tomi menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada menakisme KPUD untuk memberikan jawaban terhadap klarifikasi karena itu tidak diatur dalam mekanisme. Tetapi apabila dalam hal ini KPUD Kabupaten Manggarai dinilai menyalahi tata cara norma dan prosedur silahkan ajukan gugatan administrasi ke Bawaslu.

Lebih lanjut Tomi menjelaskan bahwa status pencalonan Heribertus Ngabut sebagai Calon Wakil Bupati Manggarai mendampingi Heribertus Nabit sebagai Calon Bupati dinyatakan sudah memenuhi syarat karena SK pensiunnya sudah diserahkan ke KPUD. Tidak ada perintah lanjutan dari PKPU bahwa SK pensiun Heribertus Ngabut harus diumumkan.

“Jadi syarat calon yang melekat pada Heribertus Ngabut adalah komulatif. Dia menjadi purna ketika SK itu sudah diserahkan ke KPUD” Jelasnya. (Berto Davids).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here