Populi Center Seperti “Konsultan Politik” Paket H2N

0
718

Kastra.co – Kurang lebih sebulan menjelang hari pemilihan umum Kepala Daerah (pemilu-kada) Kabupaten Manggarai, Populi Center salah satu lembaga penjajak pendapat publik mereport hasil surveinya lewat chanel youtube salah satu pengamat pertambangan di Jakarta.

Dalam video dialog yang berdurasi 30 menit 20 detik tersebut dilaporkan bahwa tingkat elektabilitas atau keterpilihan paket Herry-Heri (H2N) sebesar 48 persen sedangkan petahana Deno-Madur (DM) sebesar 34,5 persen.

Hasil report yang diklaim dilaksanakan pada 8 Oktober sampai 29 September 2020 dengan 800 responden tersebut pun hampir tak sesuai dengan kaidah-kaidah pelaporan hasil survei ataupun ilmu statistik pada umumnya.

Ini pun menjadi polemik. Pro dan kontra menghiasi dinding media sosial. Menarik untuk membedah hasil survei ini.

Populi Center dan “Produk Framing-nya”.

Keberadaan lembaga jajak pendapat publik semacam Populi Center ini bukanlah hal lumrah di alam demokrasi. Sebagai produk scientific, lembaga survei harus bekerja pada prinsip akademik dan analisis statistik yang relevan. Kaidah-kaidah ilmiah, profesionalisme serta etika ilmu pengetahuan harus dikedepankan.

Video dialog yang diklaim sebagai pemaparan hasil survei populi center tersebut juga jauh dari kaidah pelaporan ilmu pengetahuan statistik pada umumnya.

Pelaporan hasil survei biasanya dimulai dengan metodologi dan indikator-indikator yang mempengaruhi tingkat kesukaan pada pasangan calon tertentu baik berdasarkan gender, tingkat pendidikan maupun tingkat penghasilan dll. Akan tetapi pelaporan Populi Center dimulai dengan kesimpulan bahwa tingkat keterpilihan paket H2N sebesar 48 persen sedangkan paket DM sebesar 34,5 persen. Fakta ini sungguh ajaib bahkan cenderung bersifat ramalan semata.

Jelas sekali terlihat bahwa Populi Center sedang menggiring opini publik. Populi Center memainkan peran fraiming serta mempengaruhi alam sadar pemilih sekaligus membuat sugesti bahwa paket H2N akan memenangkan pertarungan politik yang akan berlangsung 9 Desember mendatang.

Selain itu intensi atau tujuan dari jajak pendapat ini pun hanya untuk dikonsumsi kepentingan kelompok politik tertentu. Sampai saat ini publik Manggarai belum mendapatkan data resmi dan utuh dari hasil survei tersebut. Rasionalitas publik pun membaca bahwa survei tersebut adalah pesanan kelompok politik yang diuntungkan dari framing semacam ini.
Sebagai produk ilmiah Populi Center harus membuka ke publik hasil temuannya guna menjawab polemik serta menjawab rasionalitas publik.

Selain itu, hasil survei yang hanya diperuntukkan bagi kelompok politik tertentu saja dalam proses pemilihan umum, biasanya kemudian dijadikan sebagai argumentasi menuduh lawan politik berlaku curang dan dijadikan untuk mengajukan gugatan sengketa pemilu.

Dari ketidak terbukaan pelaporan hasil survei ini, nampak sekali Populi Center sebagai consalting politic atau konsultan politik paket H2N.

Menggugat Tanggung Jawab Moral Populi Center

Usaha untuk mencerdaskan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa serta seluruh stake holdernya. Tak terkecuali lembaga survei seperti Populi Center ini. Keberadaanya lembaga semacam ini harus pada koridor menjaga marwah demokrasi. Prodak lembaga survei harus menghasilkan prinsip keterwakilan (repsentative) dan keilmihannya (Scientific).

Sebagai respon terhadap perdebatan di ruang publik, Populi Center harus menampilkan hasil surveinya untuk dikonsumsi publik. Selain karena sebagai produk ilmiah, usaha semacam ini juga untuk mencerdaskan kehidupan demokrasi publik Manggarai, serta menjawab rasionalitas publik atas polemik tersebut. (CBN)

Hasil Evaluasi dan Diskusi Relawan Muda DM Jakarta.