Senja dan Cinta

0
298

(Oleh: Rifand Apur, Pemuda asal Paleng, desa Mokel, Kota Komba-Matim)

Kepada senja aku mengadu
Melepaskan kepergianmu dari hidupku
Mengapa bahagia itu hanya sesaat saja
Laksana hujan yang terus mencumbui bumi
Laksana gerimis yang selalu mendekap pagi..

Aku disini terpaku dalam diam
Kepada senja aku mengadu
Betapa pedih hatiku ini
Kau menghilang bak ditelan bumi
Hanya goresan kecil yang menyayat kalbu.

Kau tancap dalam pilunya hatiku
Bahwa kau tak bisa mencintaiku
Kepada senja aku mengadu
Rindu ini menghujam jantungku
Bagai ombak besar yang menghantam dadaku
Hingga aku tak bisa bernafas karena desakan rasa rindu yang sangat kuat.

Oh… cinta mengapa takdirku begitu kejam
Kau berikan Dia untuk-Ku
Tapi kau sekap dia dalam kesunyian malam
Kini aku hanya pasrah dalam diam
Hatiku telah membeku dimakan waktu.