10 Nopember 2020, OMK Wae Nakeng Gelar Nobar Film Pahlawan, Ini Pesannya

0
296

Labuan Bajo, Kastra.co – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Familia Wae Nakeng, Lembor menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 Nopember 2020.

Film yang dipertontonkan dalam acara Nobar itu berjudul “Merdeka atau Mati”. Film itu mengisahkan tentang jasa para pahlawan, lebih khusus peristiwa Surabaya pada 10 Nopember 1945 silam.

Acara Nobar ini berlangsung di Sekretariat OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng.

Acara ini juga diisi dengan diskusi singkat guna menggali dan menemukan pesan dari film tersebut.

Ketua OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng, Patrisius Alfirno Gibun kepada kastra.co mengatakan pesan dari film Pahlawan ini mau menyadarkan kaum muda bahwa untuk mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan ekstra. Kegagalan demi kegagalan yang dihadapi akan menuju kebahagiaan atau kemerdekaan yang sesungguhnya.

Peristiwa sejarah, kata Dia, sangat menarik untuk dikaji kembali bagaimana perjuangan para pahlawan untuk mengamankan Ibu Pertiwi ini dari tangan penjajah.

Menurutnya, pembuatan film “Merdeka atau Mati” merupakan suatu usaha merawat sejarah dan sekaligus mengambil pesan serta makna dari peristiwa sejarah itu sendiri.

Dengan demikian, katanya lagi, peristiwa sejarah tidak dilihat sebagai teks yang mati tetapi selalu relevan dengan situasi setiap zaman.

“Sebagai warga negara kita patut bersyukur kepada Tuhan karena hari ini kita masih berada disini berkat perjuangan pahlawan. Tanpa perjuangan Bung Tomo kita tidak bisa mempertahankan lagi NKRI ini” Tutur Pria yang biasa disapa Eltris itu.

Sementara itu anggota OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng, Erin mengatakan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kaum muda harus sadar bahwa ada dua kedudukan yang sangat sentral, yakni, Pertama, kita adalah bangsa Indonesia. Kedua, Kita adalah OMK.

Sebagai OMK, kata Erin, kaum muda harus menafsir dan menerjemahkan segala persolan bangsa dengan kacamata iman, bahwa dengan kemahakuasaan Tuhan akan mampu melumpuhkan segala hal yang bisa menghancurkan dan mengacaukan bangsa ini.

“Intinya sebagai OMK kita perlu menjadikan Kristus sebagai cerminan dalam setiap keputusan yang kita tawarkan” Kata Erin.

Hal senada dikatakan Yuni Latu selaku salah satu anggota OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng.

Yuni mengatakan bahwa dengan menonton film ini merasa jiwa nasionalisme semakin kuat. Melihat perjuangan dari para pahlawan yang rela berkorban demi kesempatan yang dirasakan saat ini.

“Dari film tersebut Saya dapat belajar menghargai negara. Kata terima kasih saja tidak cukup untuk disampaikan kepada para pahlawan, namun dengan menjadi penerus Kita harus membawa OMK ini semakin maju dengan menunjukan semangat seperti para pahlawan” Ujarnya. (Berto Davids)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here