Disebut Copy Paste, Praktisi Hukum Minta Majelis Hakim Kasus Jonas Salean Batalkan Dakwaan JPU

0
270
Persidangan Perdana Kasus Dugaan Korupsi Jonas Salean

Kastra.co – Petrus Selestinus mengatakan, Kejaksaan Tinggi NTT harus bertanggung jawab terhadap format Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara dugaan korupsi atas nama terdakwa Jonas Salean

“Karena perumusan Surat Dakwaan secara subsidair “diduga” dilakukan dengan cara mengkopipaste rumusan Surat Dakwaan Primair dipindahkan ke dan menjadi Dakwaan Subsidair, lalu memasukan pasal yang berbeda,” jelas advokat senior ini.

Petrus menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat dan terburu-buru.

“Kesannya bahwa JPU menggampangkan dan sangat terburu-buru atau tidak ada cara lain lagi, sehingga mengabaikan ketelitian, kecermatan dan hanya memasukan pasal dakwaan sekadar membedakan Surat Dakwaan Primair dan Subsidair, dengan memindahkan rumusan Surat Dakwaan Primair pasal 2 menjadi rumusan Surat Dakwaan Subsidair pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31, Tahun 1999,Tentang Pemberantasan Tinda Pidana Korupsi,” ungkap Petrus Selestinus.

Padahal, menurut Petrus, substansi pasal 2 dan pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001, Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Korupsi sangat berbeda.

“Yang satu (pasal 2) menekankan pada unsur secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan seterus (delik materil) sedangkan  yang lain (pasal 3) menekankan pada unsur dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan wewenang, kesempatan terkait dengan kedudukan dst. (delik formil),” papar Petrus.

Karena itu, Petrus menilai tidak benar jika dakwaan dipaksakan kepada Jonas Salean.

“Jadi jelas membedakan dua peristiwa pidana yang berbeda secara substantif, karenanya tidak boleh dikopipaste yang seharusnya tidak boleh dipaksakan mendakwa terdakwa atau setidak-tidaknya merumuskan Surat Dakwaan secara tunggal,” uajrnya.

Majelis Hakim sebagai Penentu

Petrus pun meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya cermat dan teliti membaca dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

“Harus jeli agar tidak terjebak atau terkena jebakan yang disengaja atau tidak disengaja oleh JPU Kejaksaan Tinggi NTT atau Kejaksaan Negeri Kota Kupang yang menuntut Terdakwa Jonas Salean, yang memberi kesan hanya mengejar target,” tegasnya.

“Publik NTT dan terutama terdakwa Jonas Salean sangat berharap agar Majelis Hakim menjadi filter yang baik, bersikap netral, mencermati dengan sungguh-sungguh Ekspesi yang telah disampaikan oleh Penasehat Hukum dan Terdakwa, agar Pengadilan Tipikor Kupang benar-benar memberikan keadilan secara proposional tidak hanya memberikan keadilan kepada terdakwa tetapi juga memperbaiki kinerja Penegak Hukum di NTT melalui putusan-putusan Majelis Hakim yang progresif dan konstrktif,” tambahnya.

“Sekali lagi hati-hati JPU, ini NTT Bung, berikanlah yang terbaik bagi NTT apa yang menjadi hak atas keadilan pencari keadilan,” tutup koordinator TPDI ini. (CBN)