Deno Kamelus Diduga Lakukan Kebohongan Publik

0
747
Ket. foto: Ketua Tim Paket H2N, Wilibrodus Kengkeng, didampingi anggota tim Bona Onggot, Alex Apri Kulas dan Sebastian Hanu, saat memberi keterangan pers di Rumah Perubahan Manggarai, Rabu (21/10) sore.

Kastra.co – Tim Sukses  H2N (Herybertus G.L. Nabit dan Heribertus Ngabut ) pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Manggarai periode 2020-2025 menilai, Deno Kamelus, Calon bupati Manggarai yang sekarang masih menjadi Bupati Manggarai, diyakini tidak membaca dokumen RPJMD dan laporan pertanggungjawaban (LKPj) yang dibuatnya sendiri, sehingga setiap data yang disampaikannya tidak valid bahkan cenderung melakukan kebohongan publik.

“Setiap data yang disampaikannya tidak valid bahkan cenderung melakukan kebohongan publik”, Ungkap Wily

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim H2N, Wilibrodus Kengkeng, yang didampingi timses lainnya,  Bonavantura Onggot, Alex Apri Kulas dan Sebastian Hanu di Rumah Perubahan Manggarai, Rabu (21/10).

Menurut  Timses H2N, salah satu dasar penilaian  tersebut terkait data yang disampaikan Deno Kamelus untuk menjawab juru kampanye H2N yang juga mantan Sekda Manggarai, Mansueltus Mitak saat berbicara di desa Poco, kecamatan Wae Ri’i.  Mansueltus Mitak beberapa waktu lalu itu menyatakan, target RPJMD 2016-2021 milik pemerintahan Deno-Madur, tidak mencapai target sehuingga bisa dikatakan bahwa DM gagal.

Menjawab pernyataan Mansueltus Mitak tersebut, Deno Kamelus kepada sejumlah media menyampaikan sejumlah data dan mengklaim bahwa target RPJMD pemerintahan Deno-Madur sampai dengan tahun 2019 sudah melampui target. Deno Kamelus pun menunjukkan beberapa data capaiannya.

Terkait data yang disampaikan Deno Kamelus,  Timses H2N menyatakan, jika membaca data yang disampaikan (oleh Deno  Kamelus), sudah sangat diyakini bahwa calon petahana tersebut tidak membaca dokumen yang ada dalam RPJMD dan LKPJ yang dibuatnya sendiri.

“Kami sangat yakin, Pak Deno Kamelus tidak membaca dokumen RPJMD 2016-2021dan juga LKPJ setiap tahun yang dibuatnya sendiri,” kata Wilibrodus Kengkeng kepada wartawan di Rumah Perubahan Manggarai di Wae Palo Ruteng, Rabu (21/10/2020.

Adapun alasan Timses H2N menyatakan bahwa Deno Kamelus tidak membaca dokumen RPJMD dan LKPj-nya sendiri, disampaikan Wily Kengkeng adalah, pertama; menyangkut Perda RPJMD untuk periode 2016-2021, dimana Deno Kamelus menyebut Perda No. 7 Tahun 2016 Tentang RPJMD Kabupaten Manggarai (Lembaran Daerah Kabupaten Manggarai Tahun 2016 Nomor 7. Namun menurut Timses H2N, Perda Nomor 7 Tahun 2016 sudah tidak digunakan karena sudah diganti dengan Peraturan Bupati Nomor 51 tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 7 Tahun 2016 Tentang RPJMD Kabupapten Manggarai 2016-2021. 

“Dari sisi ini saja (menyebut nomor Perda, Red), Deno Kamelus sudah mulai salah soal substansi perencanaan pembangunan lima tahunan, karena perubahan dalam Perda tersebut sangat substansif juga. Jadi, pak Deno Kamelus sudah tidak konsisten dengan dasar hukum pelaksanaan pembangunan pada masa jabatannya” kata Wilibrodus Kengkeng.

Kedua, yang dinilai Tim H2N terhadap data yang disampaikan Deno Kamelus, ungkap Wily, soal data perbaikan rumah tidak layak huni dimana target, realisasi dan skema pembiayaannya dari APBD Kabupaten Manggarai disebutkan, realisasi RPJMD 2016-2021 sampai dengan tahun 2019 sangat fantastis yaitu mencapai 15.566 unit. Data tersebut berebeda jauh dengan data yang disampaikan oleh mantan Sekda Manggarai, Mansueltus Mitak, yang hanya 2.359 unit.

“Data bantuan perumahan layak huni sebanyak 2.359 unit tersebut merupakan data capaian RPJMD 2016-2021 sampai dengan tahun 2019, yang dokumen pelaksanaan anggarannya (DPA) ada pada dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Manggarai,” ungkap Wily.

Data seperti yang diungkapkan Setus Mitak, tamba Wily, ditantang oleh Deno Kamelus dengan menyampaikan bahwa realisasi RPJMD 2016-2021 sampai dengan  tahun 2019 untuk rehabilitasi sosial untuk rumah tidak layak huni atau perbaikan rumah tidak layak huni mencapai 15.566 unit. (CBN)