Deno-Madur Layak Kembali Pimpin Manggarai (Bagian I)

0
1169
Pasangan Nomor Urut 1, Deno Kamelus dan Viktor Madur.

“Deno-Madur Layak Kembali Pimpin Manggarai (Bagian I) “ Diskusi dan Evaluasi Tim Relawan Muda DM Jakarta

Kastraco – Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 tersisa beberapa pekan. Baik petahana maupun penantang mulai menyibukan diri merebut simpati pemilih. Hiruk pikuk proses pemilu pun tampak ramai, dari kegiatan kampanye tatap muka maupun lewat dunia maya. Dari hasil pengamatan kami, proses ini mengarah menuju perpecahan dan berpotensi menghadirkan chaos di tengah masyarakat Manggarai. Ada trend negative menampilkan isu SARA hingga hal-hal pribadi yang semestinya tidak ditampilkan ke ruang publik.

Petahana dengan sengaja dijadikan musuh bersama dan dipaksa bertanggung jawab untuk berbagai urusan yang sebenarnya bukan semata-mata kesalahan pemimpin daerah. Persoalan-persoalan daerah semestinya wajib dibaca dan ditelaah dengan kaca mata yang terang, jelas dan bebas kepentingan. Pemimpin Daerah tentu saja perlu dikritik dan dikoreksi kebijakannya. Namun, perlu disadari bahwa kritik wajib dibangun berdasarkan informasi yang jujur. Artinya, pencapaian petahan pun wajib diapresiasi demikian pun sejumlah kekurangan yang ada wajib dibaca atau dianalisis dengan jujur juga.

Dalam kontes politik elektoral, kemenangan dapat dijamin dengan dua hal pokok, Pertama Ketokohan dan Kedua Tawaran Program dan Pencapaian. Kualitas kepemimpinan Deno Kamelus jelas tak perlu diragukan. Beliau selama sepuluh tahun menjalankan tugas dan peranan sebagai Wakil Bupati dan telah cukup sukses menjadi Bupati selama lima tahun. Dengan kata lain, kualitas Leadership, tak perlu diragukan lagi. Dari segi integritas baik Deno Kamelus maupun Viktor Madur telah terbukti bebas dari persoalan hukum. Sementara dari sisi pelaksanaan program kerja, DM cukup sukses memimpin dan membangun daerah di tengah berbagai keterbatasannya. Sejumlah pencapaian pun telah dirasakan oleh masyarakat Manggarai.

Manggarai Era Deno-Madur

Manggarai di era Deno-Madur memasuki periode penting dalam konteks pembangunan daerah. Sejak terpilih pada 2015 DM dihadapkan pada persoalan pembangunan fisik dan persoalan pelayanan birokrasi yang kurang maksimal. DM dengan bijaksana berhasil meningkatkan kualitas pembangunan fisik di tengah jumlah alokasi anggaran yang terbatas hanya 30% dari total APBD. DM berhasil membangun total kurang lebih 300 Km jalan termasuk membuka sejumlah jalan baru, membuka sekolah baru, memperbaiki sejumlah gedung dan sarana prasarana fisik lainnya. Pencapaian DM berbuah penghargaan dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia dari segi pemanfaatan alokasi Dana Alokasi Khusus fisik (DAK) . Artinya dalam keterbatasan DM mampu secara optimal meningkatkan pembangunan daerah.


DM juga berhasil memperbaiki kualitas pelayanan birokrasi daerah, memperbaiki standar pelayanan di sejumlah dinas dan mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat. Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara menganugerahi Pemda Manggarai sebagai Kabupaten dengan kualitas kinerja instansi pemerintah yang baik dan memuaskan. Keduanya telah menghimbau sejumlah bawahannya di dinas-dinas agar selalu mengedepankan semangat “menjadi pelayan” bagi masyarakat. Memang masih muncul banyak keluhan pelayanan pemerintah akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di beberapa perangkat kedinasan. Keluhan-keluhan ini selalu diakomodir dengan baik. Pegawai yang melakukan kecurangan dan berprilaku buruk selalu ditindak berdasarkan ketentuan tata aturan kepegawaian yang ada.


Menjelang Pemilihan Kepala daerah isu korupsi mulai muncul ke permukaan. Sayangnya semua itu masih sebatas tuduhan tanpa bukti. Sampai saat ini belum ada satu pun laporan dugaan korupsi oleh DM yang diproses pihak berwajib. Isu Korupsi sengaja diangkat dengan tujuan menurunkan kredibilitas dan integritas yang sejauh ini telah ditunjukan petahana. Dalam sistem peradilan kita dikenal Asas Praduga tak bersalah, artinya selama belum ada keputusan hukum tetap isu korupsi masih tergolong berita bohong atau informasi sesat.


Pemerintah Kabupaten Manggarai mendapatkan penghargaan pencegahan korupsi dari lembaga KPK RI tahun 2018 dalam menggunakan aplikasi Monitoring Center for Preventive. Penghargaan ini menandakan betapa besarnya fokus DM pada usaha pencegahan tindak pidana korupsi dilingkaran Pemerintah Daerah. Manggarai juga menjadi salah satu daerah dengan penyajian laporan keuangan daerah sesuai Standar Akuntansi Keuangan Public (SAKP), dan mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Tentang Penantang DM


Demokrasi adalah hak setiap warga Negara untuk berperan aktif dalam usaha membangun suatu Negara atau daerah demi tercapainya cita-cita bangsa yaitu kesejehteraan bersama. Munculnya Paket Hery-Heri (H2N) sebagai penantang Deno-Madur (DM) dalam kontestasi politik di Manggarai patut diapresiasi. Ini menunjukan penghargaan yang baik bagi sistem demokrasi itu sendiri. Kontestasi politik (pilkada) mesti disepakati harus diisi dengan pertarungan konseptual, gagasan, maupun visi-misi. Karena tujuan utama demokrasi adalah penghargaan terhadap martabat manusia.
Sayangnya sejauh ini Penantang belum mampu menjabarkan grand design pembangunan seperti apa yang akan dipakai menjawab berbagai persoalan pembangunan yang ada di manggarai. Tagline Perubahan yang disajikan penantang hampir tanpa penjelasan. Perubahan bisa saja dibaca ke arah yang lebih buruk bukan lebih baik. Penantang dan tim suksesnya lebih banyak mengkritik kinerja petahana yang cenderung subyektif dan tanpa menawarkan solusi dari persoalan yang ada.


Sejatinya konsep dan visi-misi adalah komitmen moral yang wajib disodorkan masing-masing kandidat dalam pertarungan politik. Selain itu dengan tawaran visi-misi akan menghidupkan budaya dialektika diantara orang Manggarai. Sejauh ini, tim kami menilai kegaduhan dunia maya yang berkembang hanya terjebak dalam perdebatan yang miskin substansi, penuh insinuasi dan cenderung menghakmi, bukti ketidakmampuan penantang menjabarkan gagasannya.


Membangun daerah tak semudah membalik telapak tangan, ada banyak pertimbangan dan perhitungan yang mesti diambil pemimpin daerah. Penantang hampir tak punya kajian komperhensif dalam melihat persoalan di Manggarai. Sedangkan petahan jauh lebih memahami persoalan yang ada di Manggrai saat ini. Dalam visi-misi inilah bisa diukur Deno-Madur telah menunjukan kualitas kepemimpinan, kapasitas dan kapabilitanya membangun daerah. Keduanya telah bekerja sesuai koridor peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Untuk itu keduanya layak dan akan kembali memimpin Manggarai lima tahun ke depan.


Relawan Muda Deno-Madur (DM) Jakarta adalah kelompok mahasiswa dan pemuda domisili Jakarta. Merasa terpanggil menyuarakan dukungan terhadap Pasangan Deno-Madur pada Pemilhan Kepala Daerah 2020. (CBN)