Pemerintah Prioritaskan Suntik Vaksin Covid-19 untuk Orang-orang Ini

0
207
Foto ilustrasi/Sindo

Kastra.co – Pemerintah telah menyusun skema pemberian vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat Indonesia. Penyuntikan vaksin corona ini rencananya akan dimulai akhir 2020.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah akan bekerja sama dengan 11 ribu puskesmas di seluruh Indonesia untuk pemberian vaksin corona ini.

“Kalau kita lakukan penyuntikan 1 juta per hari. Satu tahun sekitar 260 juta, dan kita melibatkan 11 ribu puskesmas, satu puskesmas minimal 100 kali suntikan. Kalau suntikan yang disedot terutama yang ramai-ramai tak sepenuhnya dipakai, ada faktor efisiensi atau kebuang 20 persen. Jadi kita mengadakan lebih dari itu,” kata Airlangga dalam diskusi di YouTube BNPB, Senin (12/10).

Airlangga menjelaskan, pemerintah akan memprioritaskan sejumlah kelompok prioritas, seperti tenaga medis, guru, pejabat pemerintah dan daerah, hingga penerima bantuan iuran BPJS yang lebih dahulu menerima vaksin.

“Pemerintah menyiapkan penerima berdasarkan prioritas, pertama di garda terdepan tenaga medis, pelayanan kesehataan termasuk TNI Polri dan aparat hukum sekitar 3,5 juta. Masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat daerah 5 juta orang. Tenaga pendidik PAUD, TK, SD, dosen perguruan tinggi swasta dan negeri 4,3 juta, aparat pemerintah, pusat, daerah, legislatif 2,3 juta, kemudian penerima bantuan pembayaran iuran BPJS sebesar 96 juta,” ucap dia.

“Nah, ini semuanya total 102 juta dan masyarakat yang usia 19-59 (tahun) totalnya 160 juta. Berdasarkan vaksin yang ada, perlu dua dosis yakni 320 juta. Terhadap kebutuhan itu, pemerintah sedang buat MoU untuk pengikatan jumlah tersebut,” sambung Airlangga.

Selain itu, Airlangga menyampaikan pemerintah akan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menyediakan vaksin mandiri. Ia juga menjamin seluruh proses vaksinasi dikontrol oleh Kemenkes dan dilakukan secara bertahap.

“Seluruhnya dikontrol Kemenkes dan PT Bio Farma berdasarkan Perpres. Dan tidak semua satu sekaligus, semua bertahap,” tandas Airlangga.