BLT Dana Desa Dibagikan di Manggarai, Penerima Tinggal di Kalimantan

0
276
Perwakilan warga Desa Goloworok saat menyerahkan laporan dugaan pemotongan dana Bansos Covid 19 dan BLT Dana Desa di Polres Manggarai

Jakarta – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap II yang berasal dari Dana Desa kembali dibagikan di Desa Goloworok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pekan lalu. Namun anehnya, BLT diberikan bukan kepada warga desa setempat. Malah ada warga yang tinggal di Kalimantan, tetapi tetap menerima bantuan.

“Tidak ada perubahaan sama sekali. Nama-nama bermasalah masih tetap muncul,” kata warga Goloworok, Willem Patut di Ruteng, Selasa (13/10/2020).

Ia menjelaskan kejadian pada tahap II ini bukan pertama kali karena pada tahap sebelumnya juga terjadi hal yang sama. Dia memberi contoh nama-nama penerima yang tinggal di wilayah Kalimantan yaitu Emildus Anggul, Van Mburen, dan Lorensius Janggur. BLT atas nama Emildus diterima oleh istri tidak sah yang berada di kampung. Sementara dua orang lainnya diterima oleh orang tua mereka.

“Emildus itu kakak kandung dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Goloworok, Sabinus Danggur. Sudah lebih dari lima tahun tinggal di Kalimantan. Ibu kandungnya sudah menerima PKH (Program Keluarga Harapan, Red). Saudaranya juga menerima bantuan rumah dari desa. Ini kan melanggar hukum karena dalam satu keluarga ada penerimaan double,” jelas Willem.

Warga lainnya, Herman Friman Surijo Bandut menambahkan ada nama penerima juga bukan warga Desa Goloworok. Misalnya, Dortea Jenia sudah menjadi warga Kabupaten Manggarai Barat. Kemudian ada penerima yang belum menikah dan tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) sendiri. Misalnya, Igansius Asman, Lodovikus Sudirman dan Yohanes Mujur.

Dia merasa aneh karena yang menentukan penerima BLT Dana Desa adalah Plt Kepala Desa. Tetapi anehnya, nama-nama yang ada tidak diverifikasi. Terlihat memang secara sengaja memberikan nama-nama yang berada di luar Desa Goloworok hanya karena kakak kandung atau saudara dari PLt Kepala Desa.

“Kami sudah melapor berbagai penyimpangan ini ke Polres Manggarai pada pembagian BLT Dana Desa tahap I, pertengahan Juli lalu. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polres Manggarai. Dari berbagai aturan yang kami baca, model pembagian BLT Dana Desa di Goloworok melanggar aturan,” tutur Firman yang ikut melaporkan ke polisi terkait kasus tersebut.

Dia berharap polisi bisa menindak kasus yang dilaporkan. Hal itu sangat penting demi keadilan di masyarakat. Apalagi, Presiden Jokowi sudah berulang kali menyatakan tidak boleh ada penyimpangan dalam pembagian BLT Dana Desa.

“Ini kan bantuan untuk warga terdampak Covid 19. Seharusnya warga yang benar-benar terdampak dibagikan. Bukan malah di luar daerah hanya karena keluarga sendiri,” tutup Firman.