Abraham : Pilkada 2020 Harus Bebas dari Politisasi Sara

0
26

Kupang – Anggota MPR RI sekaligus DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto meminta para Pasangan Calon (Paslon) yang bertarung di Pilkada Serentak 2020 agar tidak mempolitisasi Suku, Ras dan Agama (Sara). Terutama untuk sembilan daerah yang melaksanakan Pilkada di Provinsi NTT.

“Mari kita jaga NTT benar-benar sejuk. Ada banyak cara untuk memenangkan Pilkada, tanpa harus bawa isu Sara,” kata Abraham dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Prvinsi NTT, Selasa (6/10/2020).

Ia menjelaskan Sara adalah bentuk keanekaragaman bangsa ini, termasuk yang ada di NTT. Berbagai keragamana yang ada merupakan ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara. Tidak boleh karena ingin meraih kekuasaan, kebhinekaan diobrak-abrik dengan memunculkan politik kebencian dan politik anti Sara tertentu.

“Pertarungan boleh keras karena politik memang keras. Tapi kan politik itu hanya alat untuk mencapai kekuasaan. Di atas segalanya harus menjaga keharmonisan dan kebhinekaan. Jangan gara-gara pilkada kita tercerai-berai,” ujar Abraham yang merupakan anggota Komite I DPD RI ini.

Dia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan isu suku, ras, dan agama (Sara) yang dihembuskan oknum-oknum tertentu. NTT harus tetap menjadi etalase kebhinekaan karena memang dibangun atas berbagai Sara.

“Kita ini dari macam-macam suku dan agama. Ada Flores, Lembata, Alor, Sumba, Timor, dan Rote. Ada pemeluk agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu dan Budha. Kita bukan memilih pemimpin agama, tetapi memilih kepala daerah. Jadi jangan isu-isu Sara dikembangkan hanya untuk meraih suara masyarakat,” ujar Abraham yang juga Ketua Kadin Provinsi NTT.

Dia menambahkan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar adalah bagian dari menjaga kebhinekaan yang ada di bangsa ini. Kegiatan itu bertujuan agar memperkuat nilai-nilai empat pilar dalam masyarakat. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

“Mari kita pegang empat fondasi bangsa ini. Tidak boleh ada yang diabaikan atau dihilangkan. Empat-empatnya harus berjalan bersama karena empat-empatnya sebagai fondasi bangsa ini,” tutup Abraham.