Kubu Heri Endus Deno-Madur Manfaatkan ASN

0
495
Advokat senior sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Manggarai, Yance Janggat

Ruteng – Pasangan Calon (Paslon) Herybertus GL Nabit dan Heribertus Ngabut (Hery-Heri) mengendus Paslon petahana (incumbent) Deno Kamelus dan Viktor Madur memanfaatkan Aparatur Sipil Nasional (ASN) untuk meraih kemenangan pada Pilkada tanggal 9 Desember 2020. Hal itu dari adanya sejumlah pertemuan ASN untuk menggalang dukungan ke Deno-Madur.

“Kami dapat informasi ada pengumpulan pimpinan ASN, pimpinan OPD (Organisasi Pemerintah Daerah, Red), Tim Sukses (Timses) di rumah pribadi pak Deno di Carep, Ruteng. Itu informasi dari masyarakat yang perlu ditelusuri,” kata anggota Tim Sukses Paslon Heri-Heri, Yance Janggat di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (3/10/2020).

Ia menjelaskan indikasi pelibatan ASN juga berupa perekrutan pejabat eslon II atau III di tiap kecematan. Mereka itu menjadi koordinator sekaligus pengerak di tiap kecamatan untuk memobilisasi ASN.

Di Kecamatan Reok Barat misalnya, ada indikasi oknum pegawai BPMD menjadi Ketua Timses. Kemudian di Kecamatan Wae Rii, ada indikasi pejabat di kantor bupati yang juga menjadi Ketua Timses. Di Kecamatan Ruteng juga ada indikasi pejabat ASN yang menjadi Timses.

“Ini kan melanggar UU karena menyeret ASN masuk wilayah politik praktis. Jika ini benar, Deno-Madur merusak netralitas ASN di Kabupaten Manggarai,” tutur Yance yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Manggarai.

Advokat senior ini juga menyebut indikasi lain, misalnya para Kepala Sekolah diminta membantu memenangkan pasangan petahana tersebut. Kemudian adanya pembuatan group Whatsapp (WA) ASN yang mendukung Paslon Deno-Madur di Kecamatan Reok Barat.

“Politisasi ASN di Manggarai sudah sangat parah,” tegas Yance.

Menurut Yance, pelibatan ASN dilakukan karena mereka dianggap bisa mempengaruhi masyarakat di kampung-kampung. Apalagi jika sudah mempunyai jabatan mulai eslon II hingga IV. Mereka diyakini bisa mempengaruhi keluarga dan kenalannya untuk mendukung Paslon yang mereka dukung.

“Ini modus lama setiap ada Pilkada. Politik balas budi namanya. Di Manggarai, cara-cara seperti itu digunakan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat,” ujar Yance.

Dia meminta Bawaslu dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menyelidiki dugaan sejumlah ASN menjadi Timses pasangan Deno-Madur. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Manggarai Zeth Sony Libing juga diminta untuk menindak ASN yang terlibat politik praktis.

“Politisasi ASN di Manggarai sudah sangat parah. Bawaslu dan KASN harus responsif dan proaktif menindak semua informasi yang beredar di masyarakat. Pak Sony selaku Pjs juga juga harus menertibkan anggota ASN yang terlibat politik Pilkada Manggarai,” ujar Yance.

Dia juga meminta Sony Libing agar menerbitkan kendaraan dinas Bupati Manggarai dengan nomor polisi EB 1 yang digunakan Deno Kamelus. Mobil itu tidak boleh digunakan lagi oleh Deno karena sudah cuti dari jabatan bupati untuk kampanye di Pilkada 2020.

“Selepas jam kantor, kendaraan dinas tersebut dengan modus plat nomor kendaraan dinas dicopot, kemudian bergerilya keluar-masuk kampung. Tujuannya agar masyarakat menerima Deno tetapi sebagai bupati. Cara itu juga untuk mempengaruhi psikologis masyarakat karena begitu masyarakat melihat mobil plat EB 1, mereka langsung menyebut pak Bupati dan harus disambut, ” tutup Yance.