Usai Merdeka, Ternyata Timor Leste Pernah Minta Bantuan Ini ke Israel 

0
333
Foto: Istimewa

Kastra.co – Jika kita mengira negara Timor Leste lebih condong memiliki hubungan dengan, Australia, Portugal, dan China pasca kemerdekaan ternyata itu salah. Timor.Leste ternyata pernah meminta bantuan ini kepada Israel.

Mengutip The Jerusalem Post, via Intisari.id, Selasa, (29/9/2020) presiden Timor Leste Jose Ramos Horta pernah melakukan kunjungan ke Israel.

“Kami sudah lama ingin datang ke Israel,” kata Ramos Horta kepada Presiden Israel Shinmon Peres di Beit Hanassi, pada 2011.

Baik Ramos Horta dan Shimon Peres pernah bertemu di PBB, sebelum Bumi Lorosae mendapatkan kemerdekaanya.

Barulah, setelah merdeka Ramos Horta melakukan kunjungan ke Israel untuk melakukan kerja sama.

Ramos Horta dan 61 rombongannya pada 2011 melakukan perjalanan dari Timor Leste ke Singapura.

Kemudian, dari sana mereka menuju Bangkok untuk memperoleh penerbangan menuju Israel.

Ramos Horta mengatakan, dia sangat terkesan dengan Israel dam orang-orang Yahudi setelah membaca buku tentang Israel dan Yahudi.

Saat remaja tahun 1960-an, Ramos Horta terkesan dengan sejarah dan perjuangan untuk kelangsungan hidup orang-orang Yahudi.

Dia telah melewati banyak penganiayaan, diskriminasi, dan pelecehan yang dialami orang-orang Yahudi.

Bagi Ramos Horta, Shimon Peres mewakili yang terbaik dari orang-orang Yahudi.

Ramos Horta juga memuji bagaimana Peres melakukan pencarian permanennya untuk memperoleh perdamaian.

Kedatangan Ramos Horta ke Israel, adalah untuk mencari dukungan swasembada pertanian, ketahanan pangan dan keamanan maritim.

Timor Leste memang tidak mengalami ancaman keamanan konvensional, namun mereka harus siap untuk menghadapai pembajakan di laut lepas mereka.

Sementara itu, hubungan itu dianggap sebagai buah persahabatan jalan satu arah yang dilakukan Israel di Timor Lorosae.

Shimon Peres bahkan berjanji, “apa yang bisa kami lakukan untuk Anda, kami akan melakukannya dengan senang hati dan sepenuh hati.”

Kemudian, Ramos Horta juga berada di Institute Hubungan Internasional Leonard Davis Universitas Ibrani untuk membicarakan, “pembangunan perdamaian, pembangunan negara dan rekonsiliasi.”

Ini dibahas dalam jamuan makan siang di Beit Hanassi, Ramos Horta mengatakan, “Kami telah berdamai dengan semua orang, dan hari ini kami memiliki hubungan teladan dengan Indonesia.”