Cerita Mantan Gubernur yang Jalankan Misi Rahasia di Timor Timur 

0
310
Tribunnews

Kastra.co – Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menceritakan pengalamannya saat menjalankan misi rahasia di Timor Timur (sekarang Timor Leste)

Kejadian itu berawal dari pertemuan Sutiyoso dengan Benny Moerdani, seperti dilansir dari buku ‘Benny Moerdani Yang Belum Terungkap’, Tempo, PT Gramedia 2015

Suatu malam di penghujung tahun 1974, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Grup II Kopassandha (sekarang Kopassus), diminta menghadap Benny Moerdani.

Dilansir dari buku ”Benny Moerdani Yang Belum Terungkap”, Tempo, PT Gramedia 2015 diceritakan Sutiyoso akan menjalankan misi rahasia di Timor Timur (sekarang Timor Leste)

“Saya bertanya-tanya, apa tugas yang akan dihadapi,” kata Sutiyoso sebelum dipanggil saat itu.

Wajar saja Sutiyoso agak tegang, sebab Benny Moerdani saat itu berpangkat brigadir jenderal dan menjabat sebagai Asisten Intelijen Departemen Pertahanan dan Keamanan.

Saat itu Sutiyoso menghadap Benny Moerdani di kantornya di Tebet, Jakarta Selatan, muncul perintah yang cukup menciutkan nyali Sutiyoso

“Cari dua titik untuk masuk ke Timor Timur. Waktunya sepekan, lakukan secara rahasia. Jika tertangkap, kamu tidak akan diakui sebagai prajurit,” ujar Sutiyoso menirukan Benny Moerdani

Sutiyoso mengaku diperintahkan mengintai sekaligus menginisiasi rencana ekspansi militer jika diperlukan.

Sutiyoso pun menuju Atambua di perbatasan Timor Timur dengan berpakaian sipil dan diberi modal pistol kecil serta teropong.

Untuk mengumpulkan data, Sutiyoso menyamar sebagai mahasiswa hingga kuli angkut. Beberapa kali Sutiyoso menyusup dan nyaris tertangkap

“Di perbatasan, Fretilin membuat pos penjagaan dan siap berperang” kata Sutiyoso

Setelah Sutiyoso menemukan celah penyusupan, pada pertengahan 1975, misi Sutiyoso dinaikkan skalanya oleh Benny Moerdani.

Dengan sandi Operasi Flamboyan yang dipimpin oleh Dading Kalbuadi, Kopassus mengirimkan tiga regu berkekuatan 100 prajurit.

Tim berkode Susi, Umi dan Tuti bertugas menyusup ke Timor Timur bertugas untuk merekrut milisi setempat dan menyiapkan basis untuk operasi militer skala besar.

“Ada 1500 gerilyawan lokal yang bergabung,” ujar Sutiyoso, yang kebetulan saat itu menjabat juga sebagai Wakil Komandan Tim Umi.

Tiga tim Kopassus ini dijuluki sebagai The Blue Jeans Soldiers.