Bandara dan Pelabuhan di NTT Tidak akan Ditutup Meski Kasus Covid Naik

0
628
Sumber gambar: Okezone

KUPANG, Kastra.co – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan tidak akan menutup akses masuk maupun keluar bandara udara maupun pelabuhan laut di daerah ini sekalipun kasus COVID-19 di wilayah terus meningkat.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka kepada wartawan di Kupang, Senin, (28/9/2020) sebagaimana dilansir dari Antara.

Isyak Nuka mengatakan hal itu terkait meningkatnya jumlah pelaku perjalanan ke NTT yang menyebabkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 meningkat.

Dia mengatakan, pemerintah NTT tidak menutup akses bandara udara dan pelabuhan laut guna mendorong percepatan pembangunan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan, dampak ikutan akan terjadi apabila bandara dan pelabuhan ditutup sehingga akan mematikan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah NTT sedang bekerja keras untuk membangun kembali ekonomi masyarakat dengan membuka kembali akses pelabuhan dan bandara yang sebelumnya hanya untuk logistik namun saat ini terbuka untuk barang dan penumpang.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT saat ini sangat rendah yaitu 11 persen sehingga perlu didorong agar pembangunan ekonomi masyarakat kembali menggeliat.

“Kami tidak ingin ekonomi masyarakat terganggu. Kami pastikan bandara dan pelabuhan tetap dibuka selama pandemi COVID-19,” tegas Isyak Nuka didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu.


Dalam mencegah penyebaran COVID-19 maka pihaknya akan memperketat pengawasan di bandara udara dan pelabuhan laut untuk mendeteksi pelaku perjalanan dari daerah terpapar COVID-19 yang terkonfirmasi positif COVID-19.


“Pengawasan dilakukan KKP di semua pelabuhan laut dan udara, selama ini sudah sangat maksimal. Banyak yang terkonfirmasi positif COVID-19 setelah beberapa hari di NTT,” tegas Isyak Nuka.