Abraham : Hidup Dalam Kemajemukan Sangat Mulia

0
182
Anggota MPR RI sekaligus DPD RI Abraham Liyanto saat memberikan buku sosialisasi Empat Pilar ke peserta Sosialisasi

Kupang – Anggota MPR RI sekaligus DPD RI Abraham Liyanto mengemukakan kemajemukan atau keanekaragaman yang ada di negara ini adalah sebuah anugerah yang indah dari Tuhan. Kemajemukkan itu harus disyukuri, diterima dan dijaga karena merupakan ciptaan Tuhan.

“Hidup dalam kemajemukan itu sangat mulia. Kita jangan mengingkari ciptaan Tuhan. Mari kita hidup berdampingan dengan latar belakang apapun,” kata Abraham saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (26/9/2020).

Ia meminta seluruh anak bangsa agar merawat dan menjaga kemajemukan yang ada di bumi Nusantara ini. Pasalnya, kemajemukan sebagai sebuah keunikan bangsa Indonesia dan sebagai keunggulan yang bisa dipromosikan ke bangsa lain.

“Mungkin hanya Indonesia yang terdiri atas ribuan suku, bahasa, budaya daerah yang berbeda-beda. Indonesia juga terbentang antara ribuan pulau yang terpisah. Tetapi kita bisa bersatu. Ini kelebihan kita,” jelas Abraham.

Menurutnya, para pendiri bangsa sudah bersusah payah melahirkan negara ini. Mereka harus mengorbankan jiwa untuk melahirkan bangsa ini. Sebagai generasi penerus, setiap lapisan masyarakat yang hidup di era sekarang, harus bisa mempertahankan keutuhan bangsa ini dengan berbagai keunikan yang ada sejak berdiri.

“Tidak boleh ada pendegradasian satu komunitas terhadap komunitas lain. Tidak boleh ada penolakan terhadap kelompok agama yang berbeda dengan kita,” ujar anggota Komite I DPD ini.

Dia menyayangkan sebagian masyarakat yang masih memperdebatkan satu sama lain dengan mempertentangkan suku, agama, dan ras (sara). Menurutnya, para pendiri bangsa sudah sepakat untuk tidak mempertentangkan perbedaan. Perbedaan adalah suatu keanekaragaman dan kekayaan. Perbedaan dijadikan alat untuk menyatukan, bukan memisahkan.

“Mari kita lawan bersama upaya pemecah-belah lewat isu Sara. Mari kita lawan yang memakai isu Sara dalam pelaksanaan pilkada 2020,” tutup Abraham.