Reshuffle Kabinet, Ini Sejumlah Menteri yang Akan Diganti

0
3427

Kastra.co – Reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sepertinya akan segera dilakukan.

Rumor berembus makin kencang setelah Jokowi menegur menteri yang kinerjanya biasa-biasa saja selama pandemi virus corona (covid-19).

Banyak pihak yang menilai teguran Jokowi itu merupakan sinyal reshuffle menteri segera dilakukan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyouno pun tidak menampik anggapan reshuffle kabinet makin menguat.

Dia bahkan mengaku sudah mendengar informasi mengenai jumlah menteri yang akan diganti.

“Kalau yang saya dengar, desas-desusnya sampai 17 orang,” kata Arief dalam FrontPAGE Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk Jokowi Harus Ganti Mesin? yang digelar virtual oleh RMOL TV, Selasa (18/8) lalu.

Dia memprediksi menteri-menteri yang ada di Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi bakal dipertahankan.

Menurut Arief, menteri-menteri yang ada di dalam komite tersebut sudah bekerja keras.

Hal berbeda diprediksi terjadi terhadap menteri yang berada di luar Komite Kebijakan.

“Sudah pasti yang ada di komite itu menteri-menterinya sudah pasti selamat,” sambung Arief.

Sebelumnya, Ketua Umum Jenggala Center (JC) Ibnu Munzir juga mengakui reshuffle kabinet sulit dihindari.

Dia menjelaskan, Jokowi membutuhkan figur-figur yang bekerja cerdas dan tanggap di tengah pandemi virus corona.

Meskipun demikian, dia meminta Jokowi mempertimbangkan keputusan dengan matang.

“Sebab, berkaitan dengan kinerja kabinet selanjutnya,” kata Munzir, Rabu (5/8).

Berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, masyarakat juga menginginkan Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

Sebab, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat cenderung menurun.

Berdasarkan survei Charta Politika, kepuasan publik terhadap pemerintah mencapai 70,7 persen pada Februari 2020.

Setelah itu kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah anjlok pada Mei 2020.

“Besaran penurunan terjadi dari angka 70,7 persen pada Februari menjadi angka 58,8 persen pada Mei,” ungkap Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane mengatakan Presiden Joko Widodo bakal melakukan rotasi besar dalam jajaran kabinet. Sebanyak 11 hingga 18 menteri bakal dirotasi.

“Demikian informasi yang diperoleh IPW dari berbagai sumber. Sedikitnya ada 11 hingga 18 anggota kabinet yang akan bergeser dan berganti,” kata Neta kepada wartawan, Kamis (20/8).

Dari info yang diperoleh IPW, sambung Neta, sedikitnya ada 11 menteri Jokowi yang akan di-reshuffle dan paling banyak 18.

Di antaranya Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi, Menkumham, Menpora, Mendikbud, Menteri Pariwisata, Menteri Perdagangan, Menaker, Mensos, Menteri Kominfo, Menkes, Menteri Perindustrian, Meneg BUMN, Menteri Agama, Kepala Bulog.

Neta menyebutkan, reshuffle kabinet dilakukan pasca pergantian Panglima TNI. Pasalnya, kata Neta, Marsekal Hadi Tjahjanto disebut-sebut bakal masuk ke dalam jajaran kabinet kerja periode kedua.

Yang menarik, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang telah ditunjuk sebagai leading sektor guna membangun food estate, dalam reshuffle nanti kemungkinan besar bakal digeser posisinya sebagai Menteri Pertanian.

“Beredar kabar bahwa setelah digantikan Jenderal Andika Perkasa, Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan menjadi Menteri Pertahanan, meski ada pula yang menyebutkan Hadi akan menjadi Menteri Perhubungan,” ujar Neta.

Selain Hadi, terdapat nama baru yang dikabarkan bakal masuk dalam kabinet yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sandiaga Uno.

Neta menambahkan, kemungkinan menteri dari unsur kepolisian bakal bertambah pasca reshuffle nanti. (CBN)