Perdana Menteri Lebanon dan Jajarannya Mengundurkan Diri Pasca Ledakan dan Krisis Ekonomi

0
857
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab saat berbicara di Istana Kepresidenan Beirut, Lebanon, pada 10 Agustus 2020.(TELE LIBAN via REUTERS)

BEIRUT, Kastra.co – Pengunduran diri dari Perdana Menteri (PM) Lebanon menambah panjang daftar menteri negara itu yang mundur akibat insiden ledakan di Beirut dan krisis ekonomi berkepanjangan.

Sebelumnya sudah ada lima menteri yang lebih dulu meletakkan jabatannya. Siapa saja menteri-menteri itu? Berikut daftarnya.

1. Menteri Luar Negeri

Menlu Lebanon Nassif Hitti adalah menteri pertama yang mengundurkan diri di jajaran kabinet PM Hassan Diab. Namun, ia mundur sebelum terjadinya ledakan di Beirut. Hitti mundur pada Senin (3/8/2020) karena krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda negara itu.

“Saya mendapati di negara ini banyak bos dan kepentingan yang bertentangan,” kata Hitti dikutip dari AFP, seraya menuding pemerintah tidak serius menggerakkan reformasi.

Padahal, reformasi adalah syarat yang diminta donatur internasional.

2. Menteri Informasi

Menteri Informasi Lebanon Manal Abdel Samad mengundurkan diri pada Minggu (9/8/2020), pasca-ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, dan disusul amuk warga yang kecewa dengan pemerintah. Melansir Associated Press pada Minggu (9/8/2020), pengunduran diri itu terjadi tepat setelah malam terjadinya demonstrasi melawan elite politik.

Manal Abdel Samad mengatakan dalam surat pengunduran dirinya bahwa perubahan tetap “sulit dipahami” dan dia menyesal gagal memenuhi aspirasi rakyat Lebanon. Abdel Samad mengundurkan diri tak lama setelah sekitar belasan anggota parlemen menawarkan pengunduran diri mereka sebagai protes atas kinerja pemerintah.

3. Menteri Lingkungan

Menteri Lingkungan Damianos Kattar juga mundur tak lama setelah Menteri Informasi meletakkan jabatannya. Kattar mengatakan, kemundurannya karena sistem negara Lebanon telah “rapuh dan tidak berdaya”, seperti dikutip Associated Press.

Perdana Menteri (PM) Hassan Diab sempat menemui beberapa menterinya seusai pengumuman undur diri Abdel Samad, untuk mencegah para pejabat lain mundur. Sebab, kemunduran 7 atau lebih dari 20 menteri bisa memaksa kabinet pemerintahan itu untuk turun dan menjadi pemerintah sementara.

4. Menteri Kehakiman ABC News memberitakan, Menteri Kehakiman Lebanon Marie-Claude Najm mundur pada Senin (10/8/2020), dan menjadi menteri ketiga di Lebanon yang lengser usai ledakan Beirut. Setelah pengunduran dirinya kabinet Diab dijadwalkan rapat hari itu juga, di tengah laporan banyaknhya menteri yang berniat mundur.

5. Menteri Keuangan Menteri Keuangan Lebanon Ghazi Wazni mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (10/8/2020) malam waktu setempat, sesaat sebelum PM Hassan Diab mundur. Pengunduran dirinya berkaitan dengan insiden ledakan di ibu kota Lebanon, yang menewaskan 160 orang dan melukai 6.000 warga. Wazni adalah negosiator kunci Lebanon dengan IMF, untuk mencari bantuan dana guna mengatasi krisis finansial negara tersebut.

6. Perdana Menteri

Perdana Menteri (PM) Lebanon Hassan Diab resmi mengundurkan diri pada Senin (10/8/2020).

“Hari ini kami mendengarkan rakyat dan tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban atas bencana yang telah tersimpan selama 7 tahun,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dikutip dari AFP.

“Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintah,” lanjutnya.

Hassan Diab diangkat jadi PM Lebanon pada Desember 2019, dan dia adalah PM Lebanon kedua yang mengundurkan diri dalam 10 bulan terakhir. Selain para menteri, sembilan anggota parlemen juga mundur, begitu pun dengan dua anggota senior di pemkot Beirut.