PT Bakrie Investindo Belum Bayar Utang 30 Miliar ke Pengusaha Ini

0
799

KASTRA.CO, Jakarta – Seorang pengusaha bernama Nathaniel Tanaya menyebut PT Bakrie Investindo berutang padanya senilai Rp 30 miliar. Utang ini kata Nathaniel merupakan utang yang belum dibayarkan dari penerbitan surat utang berbentuk medium term note (MTN) yang diterbitkan Hutama Karya pada 11 Juli 1997.

“Saya sudah berusaha menagih, tapi selalu ditolak. Lho dia yang buat, dia yang terbitkan utang tapi kok ngga mau bayar,” kata Nathaniel saat baru-baru ini di Jakarta.

Nathaniel menjelaskan bahwa dia membeli MTN tersebut lewat sekuritas yang diterbitkan oleh Panin Bank sebagai bank penjamin. Ia mengatakan, saat itu, dirinya membeli MTN sebanyak 30 lembar lewat pasar negosiasi. Adapun denominasi surat utang per lembarnya mencapai Rp 1 miliar.

Nathaniel menuturkan, PT Bakrie Investindo belum membayar karena utang tersebut karena krisis pada akhir tahun 1998.

Kuasa Hukum Nathaniel, Hipatios Wirawan menyampaikan seharusnya PT. Bakrie Investindo dapat dimintai pertanggungjawaban sebagai korporasi.

“Korporasi berbadan hukum dan bukan berbadan hukum dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana,” tegas Hipatios di Jakarta, Kamis (14/7/2020)

Ia menambahkan, perseorangan sepanjang melakukan perbuatan atas kebijakan korporasi maka tak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana.

“Namun, hanya korporasi yang dapat dikenakan sanksi,” sambung dia.

Di tengah ramainya pemberitaan kasus Jiwasraya yang melibatkan Bakrie, Pengacara Nathaniel telah mengirimkan Somasi kepada PT. Bakrie Investindo untuk segera melakukan pembayaran kepada klien.

“Kami telah mengirimkan somasi agar PT. Bakrie Investindo bertanggung jawab atas utang klien kami. Kami berharap PT. Bakrie Investindo tidak menghindar dari kewajiban dan tanggung jawabnya,” ujar Advokat H. Wirawan kepada Wartawan. (CBN)