Hampir Perang, Akhirnya China dan India Berdamai

0
285

NEW DELHI, Kastra.co – Setelah beberapa hari belakangan hubungan China dan India memanas, akhirnya kedua negara sepakat berdamai. Ketegangan terjadi usai bentrokan yang menewaskan 20 tentara India di perbatasan Himalaya.

Pejabat militer India mengatakan, perdamaian tercapai setelah pertemuan maraton kedua negara yang diwakili komandan militer masing-masing. “Modal utama mengenai manajemen perbatasan Ladakh timur akan dibahas lebih lanjut kedua belah pihak,” katanya seperti dikutip voanews.com, Selasa (23/6/2020).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mengatakan hal yang sama. “Kedua belah pihak sepakat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menenangkan situasi,” ujarnya di Beijing.

Zhao bahkan buka-bukaan mengenai suasana pertemuan kedua negara. Dia mengungkapkan, kedua belah pihak jujur mengutarakan pandangannya masing-masing.

“Pertukaran pandangan yang jujur ​​dan mendalam tentang manajemen perbatasan dan masalah kontrol, setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meredakan situasi,” tuturnya.

Sebelumnya, China dan India saling tuding sebagai penyebab bentrokan yang menewaskan 20 tentara India pada Selasa (15/6/2020) kemarin. China menuduh tentara India memprovokasi dengan cara melewati Garis Kontrol Aktual untuk aktivitas ilegal.

“Pasukan India telah melanggar janji mereka dan sekali lagi melewati Garis Kontrol Aktual untuk aktivitas ilegal. India juga sengaja memprovokasi dan menyerang pasukan China sehingga memicu konflik fisik antara kedua belah pihak yang menyebabkan korban jiwa,” kata Juru Bicara Komando Militer China Bagian Barat, Zhang Shuili.

Sementara Perdana Menteri India, Narenda Modi, mengatakan kematian 20 prajurit tidak akan sia-sia karena membela harga diri negara.

“Saya ingin meyakinkan (rakyat di) negara ini bahwa pengorbanan tentara kita tidak akan sia-sia. Bagi kita, persatuan dan keutuhan negara adalah yang paling penting. India menginginkan perdamaian, tetapi mampu memberikan jawaban jika diprovokasi,” kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi India, hari ini, seperti dikutip AFP.

Selama ini, dua negara pemilik senjata nuklir itu memang sama-sama tidak pernah menegaskan batas wilayah mereka yang panjangnya mencapai 3.500 kilometer dengan baik sejak 1960-an.