Buku Kronologi Detail Awal Mula Covid-19 di Wuhan Telah Terbit

0
341
Xu Lin, Wakil Kepala Departemen Publisitas Cina, menunjukkan buku putih tentang perlawanan Cina terhadap virus Corona.

Kastra.co – Sejak munculnya Covid-19 yang pertama kali terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, banyak spekulasi muncul. Orang mempertanyakan bagaimana Virus Corona itu muncul

Baru-baru ini Tiongkok mulai berani membahas kronologi pandemi Covid-19.

Diketahui bahwa Tiongkok telah menerbitkan buku putih yang mana isinya mengenai pembahasan kronologi detail terkait awal pandemi Covid-19 di Wuhan, Tiongkok.

Dilansir dari Pikiran Rakyat, buku ini telah diterbitkan di Beijing pada Minggu, 7 Juni 2020, oleh Kantor Informasi Dewan Negara dengan judul ‘Fighting Covid-19: China in Action‘.

Detail dari buku ini, penjelasan awal dimulai dari latar belakang penutupan Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada 23 Januari 2020 lalu.

Sehari sebelum ditutup, diketahui Presiden Xi Jinping yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (CPC), sekaligus Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) memerintahkan tindakan paksaan untuk membatasi pergerakan masyarakat dan akses keluar-masuk Hubei dan Wuhan.

Lebih lanjut, hari yang sama pukul 02.00 waktu setempat (01.00 WIB), Pusat Komando Pengendalian dan Pencegahan Virus Novel Corona Kota Wuhan menerbitkan surat edaran nomor 1 tentang maklumat penutupan sementara kota itu dari dan ke luar, baik dari bandar udara maupun stasiun kereta api, mulai pukul 10.00 waktu setempat pada hari yang sama.

Kemudian dilanjutkan dengan tindakan darurat yang diambil Kementerian Perhubungan Tiongkok berupa penangguhan arus lalu lintas dari Wuhan ke negara lain, baik melalui jalur darat maupun jalur perairan.

“Hal ini menandai dimulainya perang total untuk melindungi Wuhan dan Hubei dari epidemi,” demikian bunyi narasi dalam buku putih tersebut.

Selain itu, buku putih itu juga membicarakan pimpinan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China (CCDC) yang menginformasikan kepada lembaga yang sama milik pemerintah Amerika Serikat pada 4 Januari.

“Pada 4 Januari, Kepala CCDC telah melakukan percakapan telepon dengan Direktur CDC AS untuk memberikan brifing tentang pneumonia baru. Kedua belah pihak sepakat untuk terus membagikan informasi dan bekerja sama dalam hal-hal teknis,” demikian narasi yang diungkap buku tersebut.

Bahkan, sehari setelah informasi itu tersebar, Tiongkok berusaha berkomunikasi dengan otoritas kesehatan AS yang menginformasikan Wuhan tengah dilanda wabah pneumonia atau radang paru-paru berat tanpa diketahui penyebabnya, lengkap dengan jumlah kasus saat itu yang mencapai 44 jiwa.

Tak lupa, saat itu Tiongkok juga mulai memperbarui data perkembangan kasus penyakit menular itu kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO), beberapa negara terkait, dan organisasi regional, termasuk juga Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

Adapun selama wabah berlangsung, Tiongkok telah melibatkan 4 juta pekerja komunitas yang mencakup 650 ribu kawasan permukiman untuk menghadapi virus tersebut.

Jutaan pekerja dadakan itu langsung bertugas secara teliti dengan mengukur suhu badan, melacak pasien terinfeksi, menyebarkan informasi mengenai pandemi, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam buku putih juga diceritakan banyak orang yang menjadi relawan di garda terdepan, pelindung masyarakat, penyaring kasus infeksi, petugas kebersihan, menyediakan disinfektan, obat-obatan, dan makanan yang sangat diperlukan pada saat itu.

Sementara itu, buku putih itu mencatat hingga 31 Mei, sebanyak 8,81 juta relawan menyebar di seluruh pelosok Tiongkok untuk berpartisipasi dalam sekitar 60 ribu proyek kemanusiaan yang bekerja secara sukarela selama 290 juta jam.