BLT DD Desa Bangka Kenda Melenceng Dari Target Sasaran, Mantan Kades Juga Dapat

0
1280

Ruteng, Kastra.co – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, NTT melenceng dari target sasaran.

Bantuan yang kriterianya harus diberikan kepada Warga terdampak Covid-19 malah dirubah oleh pihak Desa.

Pihak Desa malah menginventariskan nama Mantan Kades, Paskalis Katang untuk ikut menerima dana sebesar Rp. 600.000 itu.

Hal ini tentu miris, pasalnya masih banyak Warga di Desa Bangka Kenda yang terdampak Covid-19 dan sangat membutuhkan namun tidak didata.

DH, salah seorang Warga terdampak Covid-19 yang minta namanya diinisialkan mengaku kecewa dengan kebijakan Desa yang berani mengambil keputusan itu di tengah jeritan Masyarakat yang masih membutuhkan BLT DD.

“Saya kecewa dengan kebijakan ini Pak. Saya yang termasuk Warga terdampak Covid-19 kok tidak dapat BLT padahal dalam kriterianya sudah jelas, warga terdampak Covid-19 harus menerima bantuan itu” Tutur DH kecewa.

“Warga yang terdampak Covid-19 masih banyak Pak. Kok kenapa pihak Desa memprioritaskan mantan Kades itu apalagi beliau mau maju lagi dalam Pilkades nanti. Hal ini Perlu ditelusuri, jangan sampai ada kepentingan lain” Tutur DH menambahkan.

DH pun menuturkan bahwa dirinya tidak terlalu mempersoalkan soal penyaluran BLT DD itu tetapi yang dipersoalkan ketika pihak Desa memprioritaskan nama mantan Kades sementara yang lain masih ada yang betul-betul membutuhkan.

“Saya tidak sedang mempersoalkan mantan Kades dapat BLT DD karena dalam kriterianya tidak disebutkan secara khusus mengenai hal itu. Tetapi yang dipersoalkan adalah masih banyak Warga miskin terdampak yang belum sama sekali tersentuh oleh bantuan, termasuk Saya” ungkap DH.

DH juga mengatakan bahwa dirinya akan terus mencari informasi dibalik akomodirnya nama mantan Kades sebagai Penerima BLT DD, apalagi mantan Kades itu rencana ikut Pilkades nanti.

Sementara itu PJ Kades Bangka Kenda, Agustinus Hamit saat dikonfirmasi Wartawan melalui telepon seluler membenarkan hal tersebut.

Hamit mengatakan bahwa pihaknya memang menginventaris nama mantan Kades itu untuk ikut menerima bantuan tetapi tidak mengesampingkan Warga yang benar-benar membutuhkan.

“Iya ada nama mantan Kades ikut terima BLT DD. Beliau sudah jadi Masyarakat biasa dan keadaan ekonominya sekarang sangat tidak mampu” ungkap Hamit.

Dia menambahkan bahwa dalam kriteria Penerima BLT DD tidak disebutkan nama Kades, TNI-POLRI ataupun ASN lainnya tetapi disebutkan warga terdampak Covid-19. Semua Kita bisa dikatakan terdampak. Oleh karena itu tidak ada aturan yang melarang mantan Kades dapat BLT DD.