George Floyd Tewas di Tangan Polisi, Obama Serukan New Normal

0
276

Kastra.co – Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, merespons insiden tewasnya George Floyd di tangan polisi Minnesota. Obama menilai peristiwa yang memperlakukan ras secara berbeda di saat pandemi Corona itu tragis.


Awalnya Obama melalui akun Twitter resminya menceritakan percakapannya dengan salah seorang temannya, seorang pengusaha Afrika-Amerika. Pada pesan yang diterima Obama, temannya itu mengaku sedih dengan kejadian tewasnya George Floyd.


Kemudian Obama mengatakan semua orang ingin kembali hidup normal di tengah pandemi virus Corona. Dia menyebut pandemi Corona mengganggu berbagai sektor kehidupan.


“Wajar jika berharap untuk hidup ‘untuk kembali normal’ ketika pandemi dan krisis ekonomi membuat semua orang di sekitar kita terganggu,” tulis Obama seperti dilihat detikcom, Minggu (31/5/2020).


Obama menyebut ada jutaan orang Amerika diperlakukan berbeda karana ras dan warna kulitnya. Dia menyebut perlakukan itu sangat menjengkelkan.


“Tetapi kita harus ingat bahwa bagi jutaan orang Amerika, diperlakukan secara berbeda karena ras adalah tragis, menyakitkan, ‘luar biasa’ yang menjengkelkan baik ketika sedang berurusan dengan sistem perawatan kesehatan, atau berinteraksi dengan sistem peradilan pidana, atau jogging di jalan, atau hanya memperhatikan burung di taman,” katanya.

Obama menyebut, perbedaan perlakukan itu harusnya tidak terjadi ladi di Amerika. Dia menyebut anak-anak ingin tumbuh dengan cita-cita yang dimilikinya.


“Ini seharusnya tidak ‘normal’ di Amerika 2020. Itu tidak mungkin ‘normal’. Jika kita ingin anak-anak kita tumbuh di negara yang hidup dengan cita-cita tertingginya, kita dapat dan harus menjadi lebih baik,” ungkapnya.


Obama mengatakan kerusuhan akan segera mereda jika pejabat setempat melalakukan penyelidikan secara mendalam. Obama menagaskan keadilan harus ditegakkan.


“Ini akan reda terutama pada para pejabat Minnesota untuk memastikan bahwa keadaan di sekitar kematian George Floyd diselidiki secara menyeluruh dan bahwa keadilan pada akhirnya dilakukan,” tutur Obama.


“Tapi itu semua akan reda pada kita semua, terlepas dari ras atau kedudukan kita termasuk mayoritas pria dan wanita dalam penegakan hukum yang bangga dalam melakukan pekerjaan berat mereka dengan cara yang benar, setiap hari untuk bekerja bersama untuk menciptakan ‘normal baru’ di mana warisan kefanatikan dan perlakuan yang tidak setara tidak lagi menginfeksi lembaga atau hati kita,” imbuhnya.
George Floyd meninggal pada Senin (25/5) malam waktu setempat saat ditangkap polisi karena dicurigai bertransaksi dengan menggunakan uang kertas palsu. Sebuah video dari insiden tersebut memperlihatkan seorang petugas terus menekan lehernya dengan lutut saat dia terjepit di tanah. Floyd sempat mengucapkan kata-kata ‘Saya tak bisa bernapas’ sebelum akhirnya meninggal.


Insiden itu kemudian berbuntut pada gelombang protes di berbagai kota. Protes tersebut juga berujung pada pembakaran dan penjarahan. (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here