Ande Agas Akan Dicatat Sebagai Bupati yang Menghilangkan Komunitas Kampung

0
1702

JAKARTA, Kastra.co – Ferdy Hasiman, Peneliti Alpha Research Database Indonesia, mengatakan bahwa Bupati Manggarai Timur Andreas Agas akan dicatat sebagai Bupati yang menghilangkan Komunitas Kampung. Hal ini sebagai kritik atas kebijakan Bupati Agas yang memberi izin Pendirian Pabrik semen di Kampung Luwuk Manggarai Timur.

Ferdi menilai rencana pendirian Pabrik Semen Luwuk ini menjadi sejarah buruk kedua dalam periode Agas setelah konflik perbatasan dengan Kabupaten Ngada.

“Apalagi perjanjian terjadi dalam posisi yang sangat tidak sejajar, bahkan Bupati ikut memfasilitasi korporasi. Kalau benar ini terjadi, apalagi ijinnya terjadi di tengah perkampungan warga, Ande Agas akan dicatat sebagai Bupati yang menghilangkan komunitas perkampungan. Setelah beri perbatasan ke Ngada, sekarang mau rusak kampung. Ini sejarah buruk,” kata Ferdi dalam diskusi daring seri ketiga Polemik Pabrik Semen Matim, Sabtu (30/052020).

Ferdi mengatakan bahwa Andreas Agas harus siap bertanggung jawab pada dampak kegiatan tambang dan Pabrik semen pada kerusakan lingkungan di lokasi tambang dan sekitarnya.

“Bupati Ande Agas harus hati-hati dalam mengeluarkan ijin. Korporasi biasanya tinggalkan jejak tanpa reklamasi, merusak lingkungan hidup, sehingga pasca tambang, daerah akan pusing sendiri, ” kata Ferdi.

Lebih lanjut Ferdi menilai IUP lingko lolok dan Luwuk bisa dinyatakan ilegal apabila operasi tambang dan pabrik dilakukan di tengah perkampungan warga.

“Jadi bila IUP di Lolok dan Luwuk itu keluar dan terbukti bahwa IUP-nya di tengah perkampungan warga, maka direkonsiliasi dan verifikasi ijin di Dirjen Minerba itu tertulis status non clear dan clean, sehingga tambangnya dinyatakan ilegal. Lucunya Bupati sibuk untuk relokasi warga, supaya IUP-nya dibilang clear dan clean. Dengan praktik-praktik seperti ini, jelas bahwa kita terjatuh dalam ilustrasi republik ini paper, yaitu republik yang dibangun di atas kertas, ” Kata Ferdi. (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here