Sidang Perdana Kasus Afra Digelar Hari Ini di PN Jakarta Barat

0
616

Jakarta – Sidang Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Afra Burga Ambul akan digelar hari ini, Rabu (29/01/2020) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Kasus yang menimpa gadis asal Gurung Sita Manggarai Timur ini terjadi pada Oktober 2019 lalu.

Kuasa hukum Afra, Hipatios Wirawan, membenarkan informasi persidangan tersebut.

“Kami menerina undangan dari Jaksa Penuntut Umum untuk hadir dalam persidangan perdana hari ini di PN Jakarta Barat,” ujar Hipatios melalui pesan singkat, Rabu (29/01/2020).

Dalam persidangan tersebut, Hipatios mengatakan dirinya akan menjadi saksi pelapor.

“Dalam persidangan hari ini saya akan menjadi saksi karena sebagai pelapor dalam kasus ini,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, terdakwa Freddy Burhan diancam hukuman 10 tahun penjara sesuai ketentuan pasal 44 UU Penghapusan KDRT.

Untuk diketahui, Afra dianiaya majikannya, Ferddy Burhan pada  (22/10/2019) yang menyebabkan luka parah di pelipis, kepala, punggung dan tangan.

Menurut Freddy, hal itu dilakukannya karena Afra kurang cekatan dalam bekerja. Padahal korban mengaku sakit.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cengkareng, AKP Antonius menyebut, korban telah sembilan tahun bekerja pada Ferddy. Selama bekerja, Ferddy kerap menyiksa korban karena alasan tersebut.

“Korban sering dianiaya oleh pelaku bila melihat pekerjaan korban dirasa kurang bersih atau kurang baik,” kata Antonius kepada wartawan, Selasa (22/10/2019).

Dari hasil pemeriksaan lebih jauh, Ferddy ternyata tidak hanya menyiksa. Diketahui, selama sembilan tahun bekerja, korban belum pernah menerima gaji sepeser pun.

“Jadi selama sembilan tahun, korban belum digaji atau dibayar,” katanya.

Kuasa Hukum mengatakan, 9 tahun lalu Afra baru berumur 15 tahun sehingga ada unsur perdagangan anak di bawah umur.

“Afra diperkerjakan sejak 9 tahun lalu berarti umur 15 tahun diperkerjakan ke jakarta. Seharusnya pemerintah segera melakukan investigasi,” tegas pengacara senior, Herman Hemmy.

Menurut Herman, tindakan Freddy memperkerjakan anak di bawah umur dan tidak memberikan gaji adalah bentuk perbudakan.

“Kasus Afra adalah akibat human trafficking karena dia dijual dari tangan ke tangan, lalu  dia bekerja tanpa dibayar dan disiksa selama 9 tahun. Itu masuk human explotation and slavery,” ujar advokat Peradi ini. (CBN)