Kasus Desa Ruis-Reok Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan

Kastra.co – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Manggarai di Reo telah meningkatkan kasus Desa Ruis, Kecamatan Reok dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan pada Selasa 1 Oktober 2019 lalu.

Peningkatan kasus ini berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Kacabjari Manggarai di Reo, Ida Bagus Putu Widnyana terhadap 24 orang yang diminta keterangan atas dugaan Tindak Pidana Korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) selama 3 tahun yakni tahun 2015, 2016 dan 2017.

Ditemui Wartawan, Bagus menjelaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan kasus Desa Ruis ke tahap penyidikan per 1 Oktober 2019 lalu dan nanti akan didalami lagi.

“Pokoknya ada 24 orang lah yang Kami periksa dan diminta keterangan” kata Bagus.

Bagus juga menerangkan bahwa dari 24 orang itu, Kepala Desa Ruis yang berinisial SS juga diperiksa dan diminta keterangan terkait pengelolaan ADD selama 3 tahun.

Dalam kasus tersebut, Kata Bagus, SS masih dalam kapasitas sebagai Saksi bukan Tersangka.

“Kasusnya memang Kami sudah tingkatkan ke tahap Penyidikan tetapi Kadesnya masih berkapasitas Saksi belum Tersangka” jelas Bagus.

Lebih lanjut Bagus menjelaskan dari hasil penyelidikan tersebut pihaknya belum dapat memastikan berapa kerugian Negara.

“Nanti dalam proses penyidikan Kami akan datangkan Tim Teknis, saksi ahli dan auditor guna memastikan berapa Kerugian Negara. Dari situ baru Kita dapat simpulkan” tutur dia.

Pantauan Wartawan selain Kades, Bagus pun menghadirkan dan meminta keterangan dari Sekretaris Desa Ruis yang juga berinisial SS.

SS juga turut diminta keterangan terkait pengelolaan ADD selama 3 tahun.

“Sekdesnya juga Saya sudah panggil dan akan diminta keterangan hari ini juga” tambahnya.

Saat ditanya terkait hal apa saja yang menjadi bahan pertanyaan dalam proses pengambilan keterangan, Bagus menjelaskan bahwa pada umumnya Jaksa belum dapat mengambil kesimpulan jauh soal itu.

“Nanti hal teknis nya Kami akan uraikan di tahap penyidikan. Untuk sementara Kami hanya bertanya soal bagaimana pengelolaan ADD, apa saja penggunanya dan bagaimana hasilnya. Mungkin seputar itu saja” tutupnya. (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here