Hadiri Forum Kebangsaan Bogor Raya, Ini Pesan Ketua Pemuda Katolik Jawa Barat

KASTRA.CO, Bogor –  Ketua Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat, Edi Silaban, hadiri Diskusi Kebangsaan Forum Kebangsaan Bogor Raya (FKBR) yang bertema, “Di manakah Peran Pemuda di dalam Memperkokoh Bingkai NKRI?” bersama GP Anshor, Gusdurian, Ketua Pemuda Katolik Kab. Bogor, WKRI, PMII, MKAI, Persatuan Millah Abraham, Banser, Patriot Garuda Nusantara pada Sabtu (27/10). Ini pesan-pesan Ketua PK Komda Jawa Barat di hadapan para santri-santriwati.

Di awal paparannya, Edi Silaban menyampaikan selamat Hari Santri kepada para santri-santriwati yang hadir. “Pertama-tama saya ucapkan selamat Hari Santri sekaligus mengucapkan terima kasih dan menghaturkan rasa bangga saya kepada para santri. Karena teman-temanlah saya bisa hadir di tengah para santri yang terus konsisten menjaga Pancasila,” bukanya.

Dia memaparkan ada lima hal penting yang harus dimulai oleh para pemuda dalam merajut bingkai NKRI dalam diskusi yang gelar di Villa Candali Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu.

Pertama, menghargai dan menghormati perbedaan. Tantangan yang ada di hadapan kita adalah minimnya rasa saling menghargai dan menghormati perbedaan.

“Per hari ini kita bicara perbedaan namun jangan sampai berhenti pada kata-kata saja. Di manapun kita hadir harus saling memupuk rasa menghargai dan menghormati ini,” katanya.

Kedua, saling menyapa dan menjaga. Jangan sampai kita tidak mengenal tetangga kita, ketua RT kita, atau lurah kita. Dengan begitu kita merawat dengan tetap menjaga keamanan lingkungan kita, karena secara personal kita dekat kepada siapapun di sekitar lingkungan rumah kita.

Ketiga, bergandengan tangan. Forum ini merupakan implementasi yang nyata dan harus didukung. Berbagai organisasi bisa hadir dan bisa duduk bersama dalam perjumpaan tatap muka.

Keempat, berdialektika. Memulai dan membuka kembali banyak ruang dialog satu dengan yang lain untuk saling berbagi ide dan gagasan tentu ruang yang baik untuk saling memahami satu dengan yang lain.

Kelima, memperjuangkan kesejahteraan umum (Bonum Commune). Bonum Commune salah satu ajar penting gereja Katolik yaitu bagaimana kita mulai berjuang tanpa harus memperhitungkan untung-rugi individu atau kelompok dalam berbangsa dan bernegara. Semua digerakan untuk kepentingan umum.

Menutup paparannya, terkait Hari Sumpah Pemuda ia mencontoh Semboyan Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air) yang dicetus oleh Mgr. Soegijapranata.

Semboyan ini adalah salah satu sikap Katolik untuk terus menjaga NKRI.

“Melalui semboyan ini mengajak kita semua para pemuda dapat tegas mengambil sikap untuk turut menjaga NKRI,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here