Forum Kebangsaan Bogor Raya Siap Lawan Radikalisme

KASTRA.CO, Bogor-Memperingati Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda, Forum Kebangsaan Bogor Raya (FKBR) menggelar Diskusi Kebangsaan yang bertema “Di manakah Peran Pemuda di dalam Memperkokoh Bingkai NKRI”. Acara diskusi tersebut di gelar di Villa Candali Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (27/09). Diskusi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Tujuan diadakannya diskusi ini ialah agar pemuda di Kabupaten Bogor, khususnya, dapat memperkokoh NKRI di dalam persatuan bangsa,” kata Ketua FKBR, Kyai Ahmad Suhadi, dalam sambutannya.

Lebih lanjut, turut memberikan sambutan Ustad Gozawi menuturkan untuk memperkokoh NKRI dimulai oleh para pemuda.

“Menyambut baik semangat persatuan bangsa dimulai dari pemuda untuk memperkokoh NKRI” ucap Ketua GP Anshor Kec. Ciseeng tersebut.

Memasuki inti acara, Moderator Michael S Prihartono (Founder Satu Nusa) menghadirkan narasumber pertama yaitu Ketua Umum Pemuda Ahmadiyah, Mubarak Ahmad Kamil.

Kamil menyoroti terkait literasi kaum muda. Ia mengungkapkan pemuda untuk berliterasi.

“Pentingnya menguatkan literasi pemuda bangsa Indonesia, karena dengan menguatkan listerasi guna menjauhkan diri dari hoax,” tandasnya.

Ia juga mendorong agar para pemuda dapat meningkatkan kompetensinya dalam bidang literasi.

Narasumber selanjutnya, Ketua Pemuda Katolik (PK) Komisariat Jawa Barat, Edi Silaban, mengucapkan selamat Hari Santri kepada para santri-santriwati yang hadir.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat Hari Santri sekaligus mengucapkan terima kasih dan menghaturkan rasa bangga saya kepada para santri. Karena teman-temanlah saya bisa hadir di tengah para santri yang terus konsisten menjaga Pancasila,” bukanya.

Lebih lanjut, Edi memaparkan lima hal yang harus dimulai oleh para pemuda dalam merajut bingkai NKRI yaitu menghargai & menghormati perbedaan, saling menyapa & menjaga, bergandengan tangan, berdialektika, dan bonum commune (kesejahteraan umum).

“Kelima hal tersebut merupakan implementasi dari Pancasila yang harus kita terapkan bersama,” ajaknya.

Semboyan Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air) yang dicetus oleh Mgr. Soegijapranata adalah salah satu sikap Katolik untuk terus menjaga NKRI.

“Melalui semboyan ini mengajak kita semua para pemuda dapat memetik nilai untuk mengambil sikap tegas menjaga dan merawat NKRI,” papar Edi.

Terkait isu radikalisme, Edi juga menambahkan kebudayaan bisa menjadi salah satu senjata penting melawan radikalisme dan terorisme.

“Salah satu cara menangkal terorisme dan gerakan radikalisme ialah dengan cara menguatkan kebudayaan bangsa Indonesia,” tutupnya.

Di sisi lain, Ketua PC Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiri, berpendapat bahwa Forum Kebangsaan Bogor Raya sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia, khususnya yang ada di Kabupaten Bogor.

“Komunikasi & koordinasi yang terkait kebangsaan harus tetap ditanamkan dalam diri manusia dan semua elemen masyarakat,” pungkas Dhamiri.

Mengakhiri acara diskusi, forum bersepakat untuk menjaga keutuhan NKRI dan menolak radikalisme, intoleransi dan terorisme di Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatan tepat pada pukul 09.00 WIB sudah diawali juga dengan menanam 1000 bibit pohon di Kabupaten Bogor.

Turut hadir dalam diskusi GP Anshor Kab. Bogor, Gusdurian, Ketua Pemuda Katolik Kab. Bogor Vincent Santo Oktavianus, WKRI Kab. Bogor Maria Ana, PMII, MKAI, Persatuan Millah Abraham, Banser Kab. Bogor, Patriot Garuda Nusantara Kab. Bogor Bidang Lintas Agama Hadi Wibowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here