Najwa Shihab Campuran Asia, Eropa, dan Afrika Berdasarkan Tes DNA

KASTRA.CO – Sebuah majalah daring, yakni Historia, baru-baru mengadakan sebuah kegiatan untuk mengetahui asal-usul bangsa Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan melalui tes DNA beberapa orang. Salah satu yang ikut adalah jurnalis Najwa Shihab. Dia menjadi salah satu dari 16 orang yang menjadi relawan yang diteliti DNA-nya.

Baik Najwa Shihab sangat terkejut setelah menjalani tes DNA tersebut dan mengetahui hasilnya. Selain itu, Najwa menjadi semakin yakin bahwa Indonesia adalah bangsa yang begitu kosmopolitan sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Beragam etnis, suku, dan budaya hidup berdampingan selama berabad-abad lamanya.

Dari hasil penelitian, Najwa Shihab memiliki sepuluh fragmen DNA dari moyang yang berasal dari Afrika Utara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Selatan, Afrika, Eropa Utara, diaspora Asia, diaspora Afrika, dan diaspora Eropa.
 
Komposisinya sebesar 48,54 persen South Asian, North African 26,81 persen, African 6,06 persen, East Asian 4,19 persen, African Dispersed 4,15 persen, Middle Eastern 3,48 persen, Southern European 2,20 persen, Northern European 1,91 persen, dan Asian Dispersed 1,43 persen.

“Ya ini memang memperkuat tesis tentang bagaimana kayanya Indonesia dan memperkuat tesis kepercayaan saya bahwa sesungguhnya kita Indonesia itu bukan keturunan siapa, bukan kita orang mana, bukan warna kulit kita, atau siapa nenek moyang kita,” ucap Najwa Shihab baru-baru ini.

Najwa mengatakan, Indonesia lahir dan tumbuh dari semangat perbedaan tersebut untuk bersama membangun sebuah bangsa yang mapan.

Bagi Najwa, kesadaran akan keberagaman mampu membuat sebuah masyarakat berjalan bersama tanpa melihat latar belakang yang ada.

“Kita menjadi Indonesia karena kita sepakat ini rumah bersama yang menjadikan kita Indonesia, niat bersama untuk menjadikan rumah Indonesia bagi semua. Jadi kesadaran menjadikan Indonesia sebagai rumah bagi semua itu yang menjadikan kita indonesia tanpa melihat latar belakang kita,” ujar Najwa Shihab.

“Tapi apa tujuan kita hidup bersama, menjadi saudara sama-sama, dan menjadikan rumah bersama itu menjadikan kita sebagai Indonesia,” kata Najwa.

Ia mengatakan, sikap menghargai perbedaan itu pula yang menjadi pegangan dirinya dalam bergelut di dunia jurnalistik hingga saat ini.

Najwa Shihab dikenal sebagai pembawa acara yang selalu mengedepankan nilai-nilai toleransi di tengah perbedaan.

“Iya itu salah satu nilai atau value yang kami pegang sih, di Narasi TV (milik Najwa Shihab) itu kami ada tiga prinsip yang menurut saya juga tiga tantangan besar bangsa ini. Bagaimana kita bisa bertoleransi, antikorupsi, dan partisipasi,” ucap Najwa.

“Bertoleransi itu, kan, lahir dari bahwa kita adalah orang yang berbeda, dan perbedaan itulah yang menjadikan kita Indonesia. Jadi itu tesis yang selalu saya bawa ke mana-mana,” ujar Najwa.

Terkait banyaknya fragmen DNA yang ada di dalam dirinya, Najwa merasa itu sebagai sebuah anugerah dan sudah selayaknya ia merayakan keberagaman itu.

“Bagaimana kita harus merayakan keberagaman, dan ketika saya tahu bahwa ada sepuluh nenek moyang di dalam darah rasanya itu betul-betul, ya, jadi merayakan sama-sama keberagaman yang ada di diri kita, lewat jalur apa pun, lewat cara apapun,” ujar Najwa Shihab.

Di sisi lain, Najwa juga merasa kaget dengan hasil tes DNA-nya.

Selama ini Najwa dikenal sebagai warga Indonesia keturunan Arab.

Hasil tes DNA Najwa mengejutkan. Gen Arab yang dimiliki Najwa hanya 3,4 persen.

Perempuan kelahiran Makassar, 16 September 1977, ini justru punya 10 fragmen DNA dari 10 leluhur yang berbeda.

“Yang mengejutkan (dari hasil tes DNA) bahwa bagian Arab-nya hanya 3 persen kan gitu, padahal dari dulu mengidentifikasikan diri kalau dianggap keturunan ya keturunan Arab,” ucap Najwa Shihab pada Kamis (17/10/2019).

“Tapi sekarang keturunan apa ya, aduh banyak, keturunannya ada 10,” kata Najwa.

Namun, putri cendekiawan Muslim Quraish Shihab itu tidak merasa heran memiliki fragmen DNA dari banyak bangsa.

“Karena saya tahu moyang saya berasal dari Hadramaut (Yaman) dan Habib Ali itu ayahnya kakeknya Abi (Quraish Shihab). Jadi saya garis keturunan keempat dari Hadramaut yang kebanyakan seorang pedagang, seorang pendakwah juga, jadi memang berkeliling,” kata Najwa.

“Dan kemudian membayangkan bahwa katanya di situ menjadi ada (DNA) Asia Selatan-nya, Afrika Utara-nya karena saya membayangkan pedagang jalur sutra, jadi sepertinya bukan suatu hal yang mengejutkan,” tutur perempuan yang akrab disapa Nana itu.

Najwa menambahkan ia terlibat dalam penelitian itu karena ditawari teman-temannya di Historia yang dipimpin sahabatnya, Bonnie Triyana.

Ia tertarik bergabung setelah menyaksikan presentasi tujuan penelitian itu, yakni untuk mengetahui asal usul leluhur orang Indonesia.

“Tujuan utamanya lebih bagaimana supaya menunjukkan bahwa Indonesia itu beragam,” ucap pembawa acara televisi itu.

“Bagaimana perbedaan itu bisa menjadikan kita jauh lebih kaya dan membuat kita bertoleransi. Mungkin memahami perbedaan satu sama lain. Buat saya itu tesis yang menarik dan saya langsung bilang oke mau,” ucap Najwa.

Dia mengaku tidak memerlukan waktu lama untuk menerima tawaran menjadi relawan di penelitian tersebut.

“Jadi enggak pakai mikir sih langsung oke ketika diajak terlibat saya langsung mau,” katanya.

Produser Mira Lesmana Ikut dalam Tes DNA ini

Produser Mira Lesmana mendapat perspektif baru tentang Indonesia setelah ia mengetahui hasil tes DNA terhadap dirinya.

Berdasarkan hasil tes DNA, istri Mathias Muchus ini memiliki fragmen DNA dari China, Jepang, India, Asian American, dan Irak Kurdi.

Komposisinya terdiri dari East Asian 49,66 persen, South Asian 38,10 persen, Asian Dispersed 12,21 persen, dan Middle Eastern 0,03 persen.

“Pastinya, dan kita jadi tahu kalau Indonesia itu beragam, dan yang pasti nomor satu jangan rasis deh, moyang kita itu buntut-buntutnya bisa datang dari tempat-tempat yang kita tidak sadari,” ucap Mira Lesmana pada Kamis (17/10/2019).

Mira merasa perbedaan yang ada itu perlu dirayakan bersama sebagai sebuah warisan.

“Dan saya dari dulu memang tidak suka dengan orang yang rasis, dan keragaman itu harus di celebrate, harus dirayakan,” ucapnya.

Mira mengaku saat ini semakin teguh dengan anggapan untuk selalu menghargai setiap perbedaan dan mendiskriminasikan pihak tertentu.

“Iya ini meneguhkan, dan kita menghargai orang apa adanya aja, tidak usah mengkotak-kotakan,” imbuh Mira Lesmana.

Uniknya, dari hasil penelitian membuktikan bahwa kakak Indra Lesmana ini punya gen China dan Irak Kurdi yang begitu dominan.

Gen China atau bangsa Asia Timur yang ada di dalam fragmen DNA Mira Lesmana sebesar 49,66 persen.

Pada lain sisi, Mira Lesmana juga punya gen yang berasal dari wilayah South Asian sebesar 38,10 persen. Wilayah ini meliputi India, Nepal, Bangladesh dan sekitarnya.

Atas hal itu, Mira langsung menghubungi adiknya musisi jazz Indra Lesmana. Sang adik, kata Mira, juga langsung penasaran.

“Jadi aku senang banget, langsung share (hasil tes DNA) ke Indra Lesmana, dia juga penasaran,” ucap Mira Lesmana.

Mira mengatakan, antusias Indra begitu besar untuk mengetahui keunikan yang baru terungkap dari hasil penelitian tersebut.

“Ia dia pengin tahu banget segala macam, makanya saya bilang pengin selesakan promo film dulu segala macam. Baru Nanti aku kabari lagi ke Indra,” ucap Mira.

Mira pun mengakui bahwa dirinya tak menyangka kalau leluhurnya sangat beragam.

Hasil tes DNA itu pun, lanjut Mira, telah membantu menjawab pertanyaannya sejak lama tentang asal usul leluhur yang sudah lama ingin ia ketahui.

“Ya terus terang dari dulu tuh pengin tahu asal usul leluhur, terutama dari ayah almarhum, kalau mamaku selalu bilang dia murni orang Jawa Tengah, kalau ayahku enggak terlalu jelas,” ucap Mira.

“Dan kalau Mama bilang ada darah Jawa, dibilang (tim peneliti) ada (DNA) dari Asia Timur, dan aku juga baru sadar tuh ada Filipina, Vietnam, Korea dan segala macam deh. Kalau Ayahku ternyata ada India, ada Irak kalau enggak salah,” sambungnya.

Hasil tes DNA Mira dan para relawan lain dipamerkan dalam acara ASOI: Asal Usul Orang Indonesia yang digelar di Museum Nasional, Jakarta Pusat, pada 15 Oktober – 10 November 2019.

Para relawan itu terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang yang berbeda.

Beberapa nama di antaranya adalah Ariel NOAH, Najwa Shihab, Ayu Utami, dan Riri Riza.

Sebagian lainnya merupakan peserta umum yang terpilih sebagai relawan untuk tes DNA tersebut.

Penelitian ini juga ditujukan untuk menjawab dari mana asal usul bangsa Indonesia yang memiliki sebanyak 700 lebih bahasa dan 500 populasi etnik dengan budaya yang beragam.

Dalam penelitian genetik ini memakai metode DNA mitokondria yang diturunkan melalui jalur maternal atau ibu, lalu kromosom Y yang hanya diturunkan dari sisi paternal atau ayah, serta DNA autosom yang diturunkan dari kedua orangtua.

Penanda genetik itu pun menunjukkan bukti adanya pembauran beberapa leluhur genetik yang datang dari periode maupun dari jalur yang beragam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here