Mgr Ignatius Suharyo Dilantik Jadi Kardinal oleh Paus Fransiskus

KASTRA.CO – Uskup Agung Jakarta, Monsiyur (Mgr) Igna­tius Suharyo dilantik Paus Fransis­kus sebagai kardinal. Upacara pelantikan Mgr Igna­tius Suharyo bersama dengan 12 calon kardinal lainnya di laksanakan di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (5/10) pukul 16.00 waktu setempat sebagaimana dilansir dari koran-jakarta.com.

Paus Fransiskus mengumumkan Mgr Ignatius Su­haryo sebagai kardinal pada 1 September lalu, seusai Doa Ma­laikat Tuhan (Angelus) pukul 12.00 waktu lokal. Uskup Agung Suharyo menjadi kardinal ke­tiga yang dimiliki Gereja Katolik Indonesia, setelah Kardinal Jus­tinus Darmojuwono dan Kardi­nal Julius Darmaatmadja.

Posisi kardinal atau pangeran gereja merupakan jabatan yang unik. Sebab, mereka mempunyai hak untuk me­milih dan dipilih sebagai Paus. Kardinal merupakan pejabat senior di Gereja Katolik Roma. Kardinal berada di bawah Paus dan memiliki tugas menghadiri rapat dalam dewan suci.

Berbeda dengan jabatan uskup yang ada masa pensi­unnya, maka jabatan kardinal akan melekat seumur hidup. Kardinal juga tak memiliki “wilayah kekuasaan” layaknya seorang pastor paroki atau uskup. Setelah resmi memakai jubah merah (pakaian kardi­nal), Ignatius akan bertugas menjadi asisten dan penasi­hat dekat Paus. Meski begitu, ia tetap akan menjalankan tugasnya sebagai uskup di Ja­karta, Ordinaris Militer, dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia. Ia ke Vatikan kalau diminta saja.

Selain Mgr Suharyo, Paus Fransiskus juga mengangkat dua rohaniawan Katolik yang berjasa untuk membantu para migran, di antaranya Michael Fitzgerald. Fitzgerald, yang merupakan Uskup Agung dari Inggris, merupak­an mantan nuncio (duta) Va­tikan di Mesir dan Liga Arab, serta pakar hubungan relasi muslim-kristen.

Menteri Agama Turut Hadir

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, turut meng­hadiri pelantikan Kardinal Mgr Ignatius Suharyo, di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Lukman datang ke Vatikan untuk meng­hadiri pelantikan itu lantaran diutus oleh Presiden Jokowi.

“Tentu kita semua bersyu­kur, bersukacita, bersenang hati bahwa sore ini Monsinyur Ignatius Suharyo dinobatkan menjadi Kardinal,” ujar Menag dalam siaran persnya yang diterima, Minggu (6/10).

Menag mengatakan peno­batan Suharyo menjadi kardi­nal adalah sebuah kehormatan bagi bangsa Indonesia. “Paus telah memberikan kepercay­aan sekaligus kehormatan bagi salah satu putra terbaik Indone­sia sebagai kardinal,” kata dia.

Ia berharap dilantiknya Suharyo sebagai kardinal itu membawa dampak positif bagi kehidupan beragama di Indonesia.

“Kita mengenal Bapak Kar­dinal Suharyo sebagai tokoh yang senantiasa memper­juangkan terwujudnya per­damaian dan terbangunnya kerukunan umat beragama. Sehingga bagi kami di Ke­menterian Agama dan bagi kita semua, ini tentu sesuatu yang patut kita syukuri,” ujar Menag. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here