Tumpang Tindih Kepentingan di KPK

Kastra.co – Kisruh yang sedang terjadi di tubuh KPK baik itu berkaitan dengan revisi UU KPK maupun terpilihnya ketua baru KPK, tentu punya dampak tertentu bagi independensi KPK itu sendiri.

Pertanyaannya adalah betulkah KPK lembaga independen?

KPK secara yuridis merupakan lembaga independen, tetapi secara de facto lembaga ini tidak lepas dari banyak kepentingan. Artinya, justru KPK memuat begitu banyak kepentingan pihak. Pihak yang bermain dengan KPK pun dilakukan oleh tiga lembaga pengisi demokrasi Indonesia, baik itu eksekutif, yudikatif, aplagi legislatif. Mereka berlomb-lomba “bermitra” dengan KPK.

Itu bisa dipahami secara sederhana karena memang anggota KPK punya kepentingan dan sama seperti manusia lainnya. Mereka juga ingin dapat makan dan punya hidup lebih mewah dari waktu ke waktu. Mereka juga tidak kebal dari insting manusia yang tidak pernah puas akan apa yang dipunyanya sekarang.

KPK juga manusia. Maka tawaran yang wow sangat sulit dihindarinya apalagi konstruksi sosial dan yuridis menyimpulkan KPK tidak akan korupsi karena itu berarti melawan diri mereka sendiri.

Lantas, mungkinkah KPK berkorupsi?

Bagaimanapun, pasti ada kemungkinannya. Mungkin bukan semua anggota KPK, tetapi ada. Atau, kalau seluruhnya bersih dari tindakan korupsi, ada satu atau dua orang yang mengarah berbuat korupsi. Atau kemungkinan ketiga ada yang akan membantu menutupi tindakan korupsi orang lain. Dan, kemungkinan terakhir mereka bisa menjadi semacam “pelumas” dalam mempercepat tindakan korupsi orang lain.

Memang independensi KPK sekarang ini tampak mati suri. Independensinya terbalut kain kafan kepentingan birokrat dan para kapitalis.

Masyarakat tidak diam. Mereka merasakan kelesuhan KPK berteriak lantang agar KPK kembali ke alamnya yang ganas menangkap para koruptor tanpa pandang bulu.

Pada dasarnya, teriakan masyarakat mengundang KPK untuk melihat derita banyak kemiskinan di Indonesia. Masihkah KPK mau melayani para rakyat jelata yang tak berstatus dan menderita karena korupsi beberapa orang tak bernurani? Atau memang KPK sekarang kehilangan nuraninya juga? (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here