Pertemuan Langka Pangeran Mohammed bin Salman dengan Delegasi Panginjil AS

Riyadh – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menggelar pertemuan langka dengan delegasi para penginjil dari Amerika Serikat (AS). Pertemuan langka ini digelar seiring kerajaan muslim ultra-konservatif tersebut berupaya lebih terbuka pada dunia dan memperbaiki imej intoleransi agama.

Seperti dilansir AFP, Rabu (11/9/2019), kunjungan delegasi penginjil Kristen dari AS ini dilakukan menjelang peringatan tragedi 11 September 2001 atau biasa disebut sebagai tragedi 9/11. Diketahui sebagian besar pembajak pesawat yang ditabrakkan ke menara kembar World Trade Center (WTC) di New York, AS, pada saat itu merupakan warga negara Saudi.

Dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) bahwa Pangeran Mohammed bin Salman, atau yang biasa disapa MBS, menemui langsung delegasi yang dipimpin oleh penulis keturunan Israel-Amerika, Joel Rosenberg, di istananya di Jeddah.

“Sungguh terhormat untuk bisa kembali mengunjungi Kerajaan Arab Saudi untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun,” tulis Rosenberg via Twitter.

“Kami bertemu dengan Yang Mulia Putra Mahkota (MBS) dan para pejabat senior lainnya untuk membahas soal terorisme, perdamaian, kebebasan beragama dan hak asasi manusia,” imbuhnya.

SPA melaporkan bahwa delegasi penginjil AS itu juga bertemu dengan Pangeran Khalid bin Salman yang menjabat Wakil Menteri Pertahanan Saudi dan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Mohammed al-Issa.

Sebelumnya pada November tahun lalu, MBS juga menerima kedatangan delegasi serupa yang juga dipimpin oleh Rosenberg. Dalam beberapa bulan terakhir, para pemimpin Saudi sibuk menerima kunjungan perwakilan dari Kristen dan Katolik.

Pada April 2018 lalu, Saudi menjamu Kardinal Prancis Jean-Louis Tauran yang memimpin Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antaragama. Tauran yang meninggal dunia pada Juli 2018, beberapa bulan usai kunjungan ke Saudi, dipandang sebagai sosok yang bersemangat mendorong dialog antara Gereja Katolik dan tokoh Islam.

Pada November 2017, Kepala Gereja Maronite di Lebanon, Beshara Rai, melakukan kunjungan resmi ke Saudi dan bertemu Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan MBS.

MBS yang merupakan ahli waris takhta Kerajaan Saudi ini, diketahui berupaya mendorong citra moderat untuk Saudi, yang seringkali oleh negara Barat diasosiasikan dengan ideologi jihadis. Namun di sisi lain, otoritas Saudi menghadapi kritikan global karena buruknya penegakan HAM yang diwarnai dengan maraknya pemenjaraan aktivis politik dan para pengkritik kerajaan Saudi. (Sj/cbn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here