Andre Garu : Rawat Empat Pilar Bangsa

Ruteng – Anggota Dewan Perwakilan Daerah‎ Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengemukakan empat pilar bangsa ini yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati yang tidak boleh diganti. Seluruh anak bangsa harus menjaga dan merawat pilar-pilar bangsa tersebut.

“Mari kita rawat bersama. Kita lawan kalau ada yang mau menggantikan,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus dalam kegiatan sosialisasi di Ruteng, kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (8/9).

Ia menjelaskan keempat pilar itu sudah disusun secara susah payah. Perdebatan dan beda pendapat terjadi sangat dalam. Namun para pendiri bangsa mencapai satu kesepahaman yaitu membentuk Indonesia dengan empat pilar yang ada.

“Kita sebagai generasi muda jangan sia-siakan kerja keras para pendiri bangsa. Kita bersyukur sudah mendapatkan negara yang aman, tentram dan kaya sumber daya alam. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan yang ada supaya bangsa ini bisa lebih makmur,” tutur anggota Komite IV DPD ini.

Dia juga meminta agar merawat dan menjaga kemajemukan yang ada di bumi Nusantara ini. Kemajemukan adalah sebuah keunikan bangsa Indonesia dan sebagai keunggulan yang bisa dipromosikan ke bangsa lain.

“Mungkin hanya Indonesia yang terdiri atas ribuan suku, bahasa, budaya daerah yang berbeda-beda. Indonesia juga terbentang antara ribuan pulau yang terpisah. Tetapi kita bisa bersatu. Ini kelebihan kita. Kelebihan ini bisa kita jual kemana-mana bahwa sekalipun berbeda-beda suku, agama dan ras, tetapi kita tetap bersatu. Kita harus bisa merawat bersama kemajemukan ini,” jelas Andre.

Menurutnya, para pendiri bangsa mengorbankan jiwa untuk melahirkan bangsa ini. Sebagai generasi penerus, setiap lapisan masyarakat yang hidup di era sekarang harus bisa mempertahankan keutuhan bangsa ini dengan berbagai keunikan yang ada sejak berdiri.

“Tidak boleh ada pendegradasian satu komunitas terhadap komunitas lain. Tidak boleh ada penolakan terhadap kelompok agama yang berbeda dengan kita. Semua punya hak untuk hidup. Negara ini berdasarkan Pancasila, bukan berdasarkan agama tertentu,” tutup Andre.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here