Manusia Hidup Tidak dari Politik Saja

Ende, kastra.co – Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Ende, Romo Sirilus Lena, Pr menegaskan, manusia tidak hidup dari politik saja tapi dari setiap kasih Allah. Politik harus menjadi bagian dari kasih Allah di dunia ini.
Demikian ungkap Romo Sirilus dalam cuplikan khotbah saat misa requem untuk keselamatan jiwa Bupati Ende periode 2019-2024, Ir. Merselinus Yosephus Winfrid Petu di Gereja Santu Yoseph Freinademetz Mautapaga Ende Flores NTT, Rabu (29/05/2019).
Di depan puluhan imam konselebran dan ribuan umat serta masyatakat Kabupaten Ende yang berjubel hingga ke badan jalan aspal di Kota Ende, Romo Sirilus mengatakan bahwa Kristus telah mengalahkan maut satu kali untuk selama-lamanya. “Maut telah dikalahkan oleh Tuhan Yesus; karena kuasa Allah yang sungguh luar biasa. Ada banyak tempat di rumah Bapa, seturut penginjil Yohanes,” sebut Romo Sirilus dan menambahkan, “Tuhan Yesus menyediakan tempat dan akan disongsong oleh Tuhan sendiri tanpa perwakilan.”
“Sengat maut hanya ada di bumi; tidak ada di surga. Berbaringlah tenang di rumah Bapa, di sana tidak ada pergolakan politik. Karena itu, nanti Tuhan sendirilah yang akan mencari pucuk pimpinan di Kabupaten Ende, bawa selalu di dalam doa,” pesan Romo Sirilus.
Di tempat yang sama, Wagub NTT, Josep A. Nae Soi menungkapkan bahwa di dalam iman Kristiani, kematian hanyalah diubah bukannya dilenyapkan. “Tetapi saya sangat yakin kita semua yang ada di sini, tidak mau meninggal. Karena itu, tepatlah kata pepatah latin yang menyebutkan : saya membenci sekaligus mencintai kematian,” ujar Wagub Nae Soi.

Kota Pancasila
Pada bagian lain, isi khotbah Romo Sirilus mengatakan, mari semua kita mewujudkan Kabupaten Ende menjadi Kota Pancasila. “Keanekaragaman yang ada di Ende menjadi pancaran keindonesiaan kita. Kabupaten Ende menjadi Kota Pancasila bukan kemauan masyarakat Ende tetapi karena kasih Allah yang terberi. Pancasila harus menjadi harga mati mulai dari Kabupaten Ende,” tegas Romo Sirilus sembari berharap agar masyarakat di Kabupaten Ende dapat melanjutkan spirit Ende Lio Sare Pawe.
Usai misa requem jenasah Bupati Marsel dibawa ke Kantor Bupati Ende untuk dimakamkan secara kedinasan. Inspektur upacara dipimpin langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.
Usai prosesi kedinasan, jenasah Bupati Marsel diantar ribuan pelayat ke pekuburan persis di belakang Gereja Santu Yoseph Onekore Ende.
Terlihat masyarakat Ende larut dalam kesedihan yang mendalam karena mereka tidak pernah menyangka Bupati Marsel yang sangat low profile dan konsisten dalam membangun Kabupaten Ende untuk paruh kepemimpinan kedua bersama Wakil Bupati H. Djafar H. Achmad yang dilantik Gubernur VBL pada Minggu 7 April 2019 yang lalu harus meninggalkan mereka secepat ini. Ada satu impian Bupati Marsel yakni ingin membangun monumen Pancasila di atas gunung meja yang menjadi ikon wisata di bumi Ende Lio Sare Pawe.
(valeri guru/pranata humas biro humas dan protokol setda prov ntt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here