Mendikbud: 63% Anggaran Pendidikan Dikelola Daerah

MANGGARAI TIMUR, kabarnusantara.net – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy menyampaikan sebesar 63% anggaran pendidikan dikelola daerah. Hal itu disampaikan Mendikbud dalam pidato Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 yang kopiannya diterima kabarnusantara.net dari Humas dan Protekoler Setda Manggarai Timur, Kamis, 2 Mei 2019.

Dalam pidato Mendikbud Effendy yang dibacakan oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas,SH.M.Hum pada upacara Hardiknas 2019 tingkat Kabupaten Manggarai Timur dijelaskan bahwa proses pembangunan pendidikan dan kebudayaan di tanah air masih dihadapkan dengan kompleksitas masalah guru dan tenaga kependidikan. Diakui Menteri Effendy, bahwa masih sering dijumpai kasus-kasus yang tidak mencerminkan kemajuan pendidikan, betapapun pemerintah senantiasa responsif dalam memecahkan masalah-masalah tersebut selaras dengan paradigma pendidikan. Mendikbud Effendy meminta agar daerah berperan aktif dalam memanfaatkan APBN baik melalui DAU mapun DAK dalam mendorong kemajuan pendidikan dan kebudayaan.

“Kita juga mencatat, anggaran pendidikan sekitar 63% dikelola daerah. Oleh karena itu, perlu diingatkan terus menerus agar daerah mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas, serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%” jelas Mendikbud.

Hardiknas 2019; Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan

Disampaikan Mendikbud Effendy, perhatian pemerintah pusat saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan SDM. Tema Hardiknas 2019, “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Tema tersebut jelas Mendikbud Effendy, mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Dalam perspektif Kemendikbud, pembangunan SDM menekankan dua penguatan yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

“Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggungjawab serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan disertai pula dengan penuh jiwa kewirausahaan. Tentu semuanya itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah,” jelasnya. (*/SJ-KbN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here