DLHK-NTT Berkomitmen Kembalikan Keharmonisan Hutan di Manggarai Timur

MANGGARAI TIMUR, kabarnusantara.net – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (DLHK-NTT) melalui Unit Pelaksanaan Teknis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (UPT-LHK) Kabupaten Manggarai Timur memberikan perhatian serius pada rehabilitasi kawasan hutan di wilayah Manggarai Timur. Tahun 2019 UPT-LHK Manggarai Timur fokus pada rehabilitasi kawasan hutan di Kelurahan Watu Nggene dan Desa Bamo Kecamatan Kota Komba.

Kepala UPT-LHK Manggarai Timur Marselus Ndeu kepada media, Selasa (30/4/2019) lalu menjelaskan perhatian pemerintah sekarang, bagaimana upaya mengembalikan keharmonisan hutan. “Ada kegiatan pengamanan hutan, kegiatan rehabilitasi, reboisasi yaitu penanaman kembali di dalam kawasan hutan sedangkan dilahan masyarakat dalam bentuk KBR,” jelasnya.

Marselus juga menjelaskan selain itu pihaknya memberi perhatian pada sarana dan prasarana khususnya pada penanaman pohon di daerah yang rawan longsor, area mata air, dan daerah aliran sungai.

Hal senada juga dijelaskan kepala seksi perencanaan dan pengelolahan hutan UPT KpH Kabupaten Manggarai Timur, Ovy Nggaro Oktavianus, S.Hut, bahwa kegiatan rehabilitasi sudah berjalan dua tahun sejak tahun 2018. “Wilayah hutan Kota Komba memiliki potensi lahan kritis dalam kawasan seluas kurang lebih 605.00 ha. Potensi kerusakan ini disebabkan oleh perambatan, kebakaran, ilegal logging, serta okupasi,” ujar Oktavianus.

Tujuan kegiatan tersebut terang Oktavianus, untuk melakukan rehabilitasi kawasan hutan dan meningkatkan fungsi konservasi tanah dan air serta memilihkan kembali kondisi daerah aliran sungai yang telah terdegradasi. “Fokus utama kegiatan untuk rehabilitasi hutan dan lahan UPT KpH Wilayah Kabupaten Manggarai Timur tahun anggaran 2019 berada di kawasan hutan Ndeki Kota Komba. Tepat berada di Kelurahan Watu Nggene seluas 80 ha dan Desa Bamo seluas 170 ha,” tutur Oktavianus.

Oktavianus menjelaskan, dalam beberapa waktu ke depan UPT-LHK Manggarai Timur akan mengirimkan putra terbaik Manggarai Timur diantaranya Fransiskus Siap, Hanapi dan Ino Sengkang untuk mengikuti diklat teknik pengelolaan HHBK, diklat pembuatan bokasi dan diklat interpretasi wisata alam yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta Badan Penyuluhan Lingkungan Hidup Provinsi NTT.

“Pelatihan ini bukan hanya aparatur, juga masyarakat agar bisa saling berbagi kepada masyarakat lainnya sehingga adanya kegiatan lanjutan,” tutup Oktavianus. (IS/KbN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here