I Kadek Agus Mulyawan, SH.MH: Suara Konstituen Akan Saya Pakai Melawan Korupsi

Bali, kabarnusantara.net – Korupsi adalah musuh bersama. Sepakat! Maraknya kasus korupsi di negeri ini harus menjadi cambuk bagi proses reformasi yang masih terus berjalan. Realita, budaya korupsi telah membawa bangsa ini pada krisis yang berkepanjangan.

Lihat saja berita korupsi di media massa akhir-akhir ini, ada begitu banyak oknum khususnya wakil rakyat yang sudah terpidana. Bahkan di awal tahun 2019, ada beberapa yg kena OTT oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sehingga jangan heran, fenomena ketidakpercayaan publik (public distrust) terhadap institusi pemerintah; Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif semakin meluas.

Menurut data ICW, ada 40 caleg mantan napi korupsi yang berlaga di Pemilu 2019. Daftar caleg eks napi koruptor itu dipublikasi di akun Twitter resmi ICW, @antikorupsi, pada Sabtu (5/1/2019).

Ke-40 caleg mantan napi koruptor itu tercatat dari 11 partai politik dan DPD RI. Mereka terdiri atas caleg anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/ kota.

Merujuk pada data yang diterbitkan ICW, I Kadek Agus Mulyawan, SH.MH, tokoh muda anti Korupsi sekaligus caleg DPRD provinsi Bali menyampaikan bahwa korupsi adalah musuh bersama. Karena itu, menurut I Kadek Agus, menghapus korupsi adalah tanggung jawab bersama.

“Seperti mantan Ketua DPR RI, diduga korupsi Rp 5,9 triliun, mantan Wakil Ketua DPR RI, diduga Korupsi Rp 3,65 miliar, bahkan Minggu lalu ada oknum Anggota Komisi VI kena OTT sekitar Rp 8 milliar, diduga untuk keperluan serangan fajar pada pileg 2019,” ungkapnya, saat diwawancara tim kabarnusantara.net melalui seluler, pada Rabu, (03/04/2019) sore.

Ia juga menambahkan, indek persepsi Korupsi kita berada di posisi 89 dari 180 negara. Jadi, mari bersama bangkit lawan Korupsi.

Dalam acara simakramenya, pada Selasa, (02/04/2019) malam bersama caleg DPR RI, I Nengah Yasa Adi Susanto, SH.MH dari PSI dan caleg DPRD Kabupaten Klungkung, I Dewa Gde Alit Saputra dari PSI, Kades Agus menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan selektif saat memilih para calon legislatif di TPS pada pileg mendatang.

“Kita perlu mengetahui rekam jejak mereka. Karena pemilihan legislatif hanya terjadi sekali dalam kurun waktu 5 tahun. Jadi, kita harus benar-benar mengutus orang yang anti terhadap korupsi untuk menjadi wakil kita di parlemen”, lanjut Kadek.

Selain itu, I Kadek Agus Mulyawan berjanji kepada masyarakat yang datang pada acara simakramenya, jika ia terpilih menjadi anggota dewan tentu akan lebih mudah melawan korupsi.

“Karena selain ikut menetapkan kebijakan daerah, ikut merumuskan; menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama pemerintah daerah, ia juga dapat mengawasi anggaran serta alokasinya”, pungkas Caleg DPRD Provinsi Bali, Dapil Klungkung, Nomer Urut 1, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

Di hadapan pendukungnya, I Kadek Agus M selaku pegiat Anti Korupsi menjelaskan fungsi-fungsi legislatif seperti pembuatan kebijakan bersama kepala daerah serta mengawasi pelaksanaannya maka bisa mengoptimalkan sehingga peraturan daerah nantinya tidak membuka celah Korupsi. (TSJ/ KBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here