Dukung Nawa Cita, Bandung Utama Group Punya Misi Bangun Manggarai

89

RUTENG, Kastra.co – Bandung Utama Group atau yang sering disingkat BUG merupakan sebuah Mini Market milik Felix Musa Ahas Pria asal Kampung Wakal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT.

Felix adalah seorang Pengusaha sukses yang lama berkiprah di Kota Bandung lalu kembali ke Manggarai dengan segudang ilmu. Dia sukses berwirausaha dengan mendirikan Kios kecil sebelum akhirnya sukses mendirikan Mini Market yang sekarang sudah tersebar di Kabupaten Manggarai.

Kesuksesannya itu tidak membuat Felix angkuh terhadap rekan kerja maupun Masyarakat yang kerap mendatanginya untuk menimba sejumlah ilmu Wirausaha.

Felix pun telah menjadikan Bandung Utama Group sebagai contoh untuk generasi penerus agar dapat membangun kehidupan melalui dunia usaha.

Saat berbincang – bincang dengan Kastra.co sambil menikmati secangkir Kopi manis di halaman depan Pelabuhan Reo, Felix mengatakan bahwa dirinya mempunyai misi besar untuk membangun Kabupaten Manggarai melalui pemanfaatan lahan yang mubazir atau lahan tidur.

Misi besar Felix terinspirasi dari program Nawa Cita yang digagas Pemerintahan Jokowi – JK, yakni salah satunya membangun dari pinggir.

Felix yakin bahwa dengan memanfaatkan lahan mubazir di Kabupaten Manggarai ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dibelakang Kantor Camat Reok ada lahan kosong, depan Pelabuhan Reok ada lahan kosong, di Cancar ada lahan kosong, di Langke Majok ada lahan kosong. Pertanyaan Saya mau dikemanakan dan untuk siapa lahan ini?. Apakah Pemerintah Kabupaten Manggarai bisa membuat lahan ini berguna?.” Ujar Felix

Bagi Felix, jika dirinya dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk mengolah lahan tidur itu maka Dia bertekad untuk merubah lahan itu menjadi berguna dan hasilnya diperuntukkan untuk PAD.

“Jika Pemerintah berkenan maka Saya akan menggantikan posisi bukan sebagai Pemilik Bandung Utama Group tetapi sebagai Pioner terdepan untuk membangun Manggarai demi terwujudnya Nawa Cita melalui pemanfaatan lahan tidur itu” Tandas Felix.

Menurutnya, salah satu permasalahan yang dihadapi Pemerintah dalam upaya peningkatan laju ekonomi adalah membiarkan lahan tidur. Oleh karena itu Felix ingin memanfaatkan lahan tidur ini melalui sektor pertanian.

“Lahan tidur yang mubazir itu lebih banyak lahan kering dari pada lahan rawa sehingga Kita mudah untuk tadah air hujan kalau dikembangkan untuk sektor pertanian” Jelas Felix.

Selain sektor pertanian, jelasnya lagi, lahan tidur itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan usaha jangka panjang yang melibatkan semua kelompok usaha sehingga Pemerintah Kabupaten Manggarai dapat menerima keuntungan dari situ.

Tambahnya, untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Pemerintah harus memanfaatkan lahan tidur sebagai aset paling berharga sehingga kehidupan Petani tidak mengalami pasang surut lagi.

Jika pemanfaatan lahan tidur ini benar – benar dilakukan, lanjut Felix, maka Masyarakat Kabupaten Manggarai tidak perlu lagi menerima impor barang terutama dari segi pertanian.

“Lahan tidur itu Kita bisa buat masing – masing 10 hektar dan menanam berbagai jenis tanaman yang dapat dipasarkan sehingga Masyarakat juga bisa mendapat rejeki melalui penghasilannya, bukan berharap pada Pemerintah” Ungkap Felix.

Lebih lanjut Dia mengatakan bahwa pembangunan dari pinggir melalui pertanian dan ekonomi kreatif di Desa lebih partisipasi dan aktif dalam meningkatkan PAD, diantaranya melalui optimalisasi lahan – lahan tidur itu.

Felix pun mengaku bahwa lahan tidur itu bisa dimanfaatkan untuk kewirausahaan sambil meningkatkan jiwa wirausaha bagi Masyarakat.

Dia berharap dengan sentuhan kewirausahaan tersebut dapat membawa napas baru bagi Kabupaten Manggarai, kesejahteraan Masyarakat meningkat seiring infrastruktur yang memadai. (BD).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here