Andre Garu : Wanita Katolik Harus Berperan Menjaga Kebhinekaan

7
Anggota DPD RI Adrianus Garu sedang memberikan materi kepada para peserta sosialisasi

Ruteng – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengemukakan peran Wanita Katolik sangat penting dalam menjaga kebhinekaan di bangsa ini. Dengan kegiatan arisan atau kerja bakti, peran itu dapat dilakukan oleh Wanita Katolik.

“Kalau mau arisan atau kerja bakti, jangan selalu mencari sesama  suku dan sesama agama. Bentuk arisan lintas agama dan suku. Cara-cara sederhana seperti itu contoh konkrit menjaga kebhinekaan,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus dalam kegiatan sosialisasi MPR di Cibal, Manggarai, NTT, Kamis (29/11).

Ia menjelaskan bangsa ini sedang terancam persatuan dan kesatuannya. Hal itu karena adanya politisasi suku, ras dan agama (Sara) oleh para politisi. Demi meraih kekuasaan, sentimen anti Sara diangkat oleh elit tertentu. Akibatnya terjadi keretakan atau kerenggangan hubungan antar tetangga yang beda Sara.

“Saya berharap Wanita Katolik tidak terpengaruh. Wanita Katolik harus membaur dan membentuk perkumpulan apa saja dengan kelompok beda Sara,” tutur Andre yang menjadi Caleg Partai Hanura pada Pemilu 2019 mendatang.

Dia kembali mengingatkan bahwa bangsa ini dibangun oleh berbagai komponen bangsa. Ada suku Batak, Jawa, Ambon, Flores, dan lain-lain. Bangsa ini juga tidak dibangun oleh masyarakat Muslim saja, tetapi juga ada Katolik, Protestan, Hindu, Budha hingga Konghucu. Dengan latar belakang tersebut, sudah sepatutnya saling hormat-menghormati, bukan fitah antar anak bangsa dan saling sumpah-serapah.

“Caci-maki atas dasar agama harus dihentikan. Mengkafirkan yang lain itu menyakitkan,” tutur anggota Komite IV DPD ini.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here