Runtuhan Tanah di Jembatan Nanga Baras Terjadi Lagi, Pemkab Matim Dikritik

228

BORONG, Kastra.co – Runtuhan tanah tepatnya di Jembatan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT terjadi lagi pada 1 Desember 2018 dini hari.

Yakub Tamrin, selaku Unit Intel Kodim 1612 Manggarai kepada Kastra.co menyampaikan bahwa runtuhan tanah itu terjadi di bagian timur Jembatan Nanga Baras dan runtuhan itu sudah terjadi berulang kali.

“Runtuhan tanah di Jembatan ini bukan baru sekali tetapi sering terjadi. Terakhir kali pada tahun 2017” Kata Tamrin.

Kejadian runtuhan tanah ini, katanya lagi, mengakibatkan arus transportasi dari Reo menuju Pota dan dari Pota menuju Reo terhenti sementara.

Runtuhan tanah itu diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar sejak kemarin hingga malam tadi.

Menanggapi itu, Pemerintah Kecamatan Sambi Rampas bekerja sama dengan Koramil 1612 – 05/Elar dan para Pengguna jalan melaksanakan penimbunan sementara di lokasi runtuhan itu sambil menunggu respon Pemkab Matim.

Pantauan terakhir Kastra.co, solusi singkat yang diambil oleh Pemerintah Kecamatan dan sejumlah Aparat TNI terhadap runtuhan tanah itu adalah dengan cara memasang Papan dan Balok sebagai sarana bagi para Pengguna jalan untuk menyebrang.

“Pemkab Matim memang miskin kualitas dan responnya cukup lambat” Mengamuk salah seorang Warga di lokasi kejadian.

“Kami bersyukur ada Pemerintah Kecamatan dan Aparat TNI yang datang membantu. Kalau mau harap Pemkab Matim mungkin hanya datang tidur” Ngamuknya lagi dengan nada keras.

“Warga tidak paham dengan status jalan ini, apakah berstatus jalan nasional atau jalan Kabupaten. Kalau jalan nasional yah Pemkab Matim harus punya fungsi tanggap darurat dong. Kalau jalan Kabupaten kenapa pekerjaannya tidak berkualitas?” Tutupnya.

Penulis: Berto Davids


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here