Andre Garu : Desa Adat Sebagai Satu Ciri Kebinekaan

12
Andre Garu (baju putih) diterima secara adat dalam kegiatan Sosialisasi MPR di Manggarai, 19 Nopember 2018

Manggarai – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengemukakan keberadaan desa adat adalah salah satu ciri kebhinekaan bangsa ini. Karena itu harus dijaga dan dipertahankan keaslian serta keunikannya.

“Bangsa ini lahir dari berbagai keunikan dan latar belakang. Salah satunya adalah kehadiran desa adat. Mari kita jaga dan rawat keberadaan desa adat yang kita punya,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus saat mengadakan sosialisasi MPR di Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (11/9).

Ia menjelaskan bangsa ini telah didirikan oleh para pendiri dengan mengakui seluruh keunikan, latar belakang dan asal-usul setiap wilayahnya. Mereka tidak membeda-bedakan latar belakang, termasuk keunikan wilayahnya.

“Kita baca sejarah, para pahlawan berjuang dengan kekuatan daerahnya untuk mengusir penjajah. Maka tugas kita sebagai generasi penerus adalah mempertahankan keutuhan negeri ini dengan segala isi dan keunikannya,” ujar Andre.

Dia mengaku senang ada kepedulian dari pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan yang mengadakan program revitalisasi desa adat. Dalam program itu, pemerintah membantu pembangunan kembali rumah adat di seluruh tanah air. Untuk wilayah Manggarai, ada 10 rumah adat yang mengikuti program tersebut.

“Saya telah berjuang untuk mengikuti program itu. Puji Tuhan, kita di Manggarai Raya ini, ada 10 Mbaru Gendang (Rumah Adat, Red) yang mendapatkan bantuan. Program ini bagus untuk menjaga desa adat,” tutur anggota Komite IV DPD RI.

Dia memuji langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, kebijakan itu bagian dari menjaga kebhinekaan bangsa ini.

“Bangsa ini menjadi besar karena menghormati kebhinekaan. Kita lawan semua upaya yang menghilangkan kebhinekaan yang ada,” tegas Andre.

Andre yang akan menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Hanura pada Pemilu 2019 ini menambahkan ‎setiap warga Indonesia wajib menjaga kerukunan, keharmonisan dan saling menghormati antar sesama. Sekalipun berbeda latar belakang suku, agama dan ras, warga Indonesia tidak boleh terkotak-kotak dan saling adu-domba.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan yang telah dirintis para pendiri bangsa ini,” tutup Andre.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here