Miris, Container Meratus di Reo Muat Limbah B3 Dari Siloam

442

RUTENG, Kastra.co – Container milik Perusahan Pelayaran Meratus yang beroperasi di Pelabuhan Kelas 2 Reo ternyata memuat Limbah B3 dari Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat sejak 4 hari yang lalu.

Informasi ini diterima Redaksi Kastra.co pada Kamis 15 Nopember 2018 dari Zulkarnain salah seorang Warga Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok yang tidak terima dengan adanya Limbah tersebut.

Zulkarnain mengatakan bahwa adanya Limbah tersebut dapat memicu dampak bagi lingkungan sekitar, apalagi Limbah tersebut berasal dari Rumah Sakit.

Menurut Zulkarnain, Warga Kedindi sudah memergoki aktivitas pengisian Barang Kantong Plastik berwarna kuning kedalam 2 Unit Container Meratus bernomor MRTU 213382 – 5 sejak 4 Malam lalu dan barang tersebut merupakan Limbah B3 yang dikirim dari Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo ke Surabaya melalui Container Meratus di Pelabuhan Reo.

“Atas temuan Warga ini Saya pertanyakan mengapa Limbah itu dikirim ke Pelabuhan Reo, tidak dikirim lewat Labuan Bajo saja. Disana juga ada Pelabuhan ko?” Zulkarnain bertanya.

Lebih lanjut Dia mengaku bahwa Container Meratus yang memuat Limbah tersebut masih berada di area Pelabuhan Reo dan belum dikirim ke Surabaya. Hal ini dapat membawa virus bagi Warga setempat yang tinggal dekat area Pelabuhan karena Limbah tersebut terkesan sengaja dibiarkan berlama – lama sampai membusuk dalam Container.

Zulkarnain juga mengatakan Barang itu seharusnya hanya akan diterima untuk dimuat dan atau dibongkar secara TL (Truck Lossing/ Loading) dan tidak diperbolehkan menumpuk di CY/ Depo Meratus karena Virusnya bisa menyebar ke Warga setempat.

Selain itu Zulkarnain pun menuturkan bahwa Limbah B3 itu terkategori Limbah berbahaya dan beracun. Oleh karena itu pihak Rumah Sakit Siloam harus memusnahkan Limbah itu dengan cara membakar atau dicacah bukan dengan cara pengiriman seperti ini. Hal ini demi menghindari pemakaian ulang.

Tuturnya lagi, jika merujuk pada keputusan Menteri Kesehatan tahun 2004 tentang kesehatan lingkungan bahwa sampah dalam kategori Limbah Rumah Sakit adalah semua buangan dari segala aktivitas Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair dan gas. Oleh karena itu tidak layak disimpan dalam Container lebih dari 1 kali 24 jam apalagi dibiarkan berlama – lama sampai virusnya menyebar.

Limbah padat, Kata Zulkarnain, merujuk pada jaringan tubuh Manusia seperti organ tubuh, janin darah, muntahan dan urin. Ada juga limbah benda tajam, limbah farmasi dan limbah sitotoksis dari sisa obat pelayanan kometerapi yang dapat memperhambat pertumbuhan sel hidup.

“Ketakutan Warga setempat Container Meratus memuat Limbah – Limbah itu” Ungkap Zulkarnain.

Pantauan Kastra.co 2 Unit Container itu memuat Limbah B3 yang diisi dalam karung berwarna kuning untuk dikirim ke Surabaya.

Dia juga berharap agar Syahbandar Reo sebagai lembaga yang mengatur itu tidak memberikan ijin bagi Container yang memuat Limbah.

Penjelasan/Tanggapan Syahbandar

Menanggapi keluhan Warga Setempat itu Kepala Tata Usaha Syahbandar Reo, Martinus Jani akhirnya memberikan penjelasan langsung kepada Kastra.co saat ditemui di Kediamannya, Kamis 15 Nopember 2018 Malam.

Martinus membenarkan bahwa Barang yang dimuat dalam Container Meratus itu merupakan Limbah B3 yang dikirim dari Siloam Labuan Bajo untuk dibawa ke Surabaya menggunakan Kapal.

“Saya sudah mendengar keluhan Warga, Saya sudah memanggil Polisi KP3 untuk mencek keberadaan Barang ini, Saya sudah memanggil Petugas Kesehatan Pelabuhan Reo untuk memeriksa Limbah itu dan hasilnya Barang itu tetap layak dikirim menggunakan Container” Kata Martinus.

Selain itu, Kata Martinus, Limbah yang termuat dalam Container Meratus sudah diperiksa oleh tim kesehatan dari Pelabuhan Reo dan hasilnya tidak membawa dampak apalagi menyebarkan virus bagi Warga setempat.

Menurut Martinus, Limbah itu terkategori Limbah kering yang berisi spoit, alat suntik, Pampers, kapas, hansplas dan sejenis limbah kering lainnya, sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi tubuh manusia.

“Limbah itu bukan limbah cair atau limbah basah seperti sisa urin, sisa muntahan atau sisa ginjal manusia, melainkan limbah kering bekas aktivitas Rumah Sakit Siloam” Terang Martinus.

Saat ditanya terkait ijinan masuknya Barang, Martinus mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan MOU dengan pihak Rumah Sakit Siloam atas pengiriman Limbah itu melalui Pelabuhan Reo.

“Kami sudah melakukan MOU dan ijinannya pun sudah lengkap. Dokumennya ada di Kantor” Kata Martinus.

Limbah itu, Katanya lagi, sengaja dikirim ke Surabaya karena di Manggarai dan Manggarai Barat belum tersedia Tempat Pembuangan Limbah.

“Kami ijinkan Limbah itu dikirim melalui Pelabuhan Reo ke Surabaya karena disini belum ada tempat pembuangan limbah sehingga pihak Syahbandar dan Siloam melakukan kerja sama pengiriman untuk membuang limbah itu di Surabaya” Pungkasnya.

Dia juga mengatakan bahwa Limbah itu akan tetap disimpan dalam Container sampai Kapal datang untuk memuat.

“Limbah itu akan tetap Kami simpan dalam Container sampai jadwal Kapal masuk dan Saya yakin Limbah itu tidak akan membawa virus bagi Warga setempat karena sudah diperiksa oleh pihak kesehatan dan hasilnya tidak berbahaya bagi tubuh” Tutupnya.

Penulis: Berto Davids


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here