Gereja Diingatkan Jaga NKRI

31

Jakarta –Gereja Katolik diingatkan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai warga negara Indonesia, warga gereja wajib hukumnya untuk menjaga kokohnya NKRI. Karena gangguan akan keutuhan NKRI akan mempengaruhi perkembangan gereja di bumi Nusantara ini.

“Mari kita perkuat dialog dengan saudara yang beda agama. Lagu ‘Kita Bhineka, Kita Pancasila’ yang selalu dinyanyikan tiap Misa hari Minggu harus benar-benar dijalankan dan diperkokoh. Kita tidak boleh ikut-ikutan hasut-menghasut atas nama agama,” kata anggota DPD RI dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu dalam sosialisasi Empat Pilar di Manggarai Barat, NTT, Rabu (14/11).

Ia berharap NTT bisa menjadi contoh dalam hal toleransi untuk konteks nasional. Pasalnya, NTT adalah propinsi dengan penduduk mayoritas beragama Kristen. Dengan kenyataan itu, NTT harus bisa menunjukkan bahwa yang mayoritas bisa melindungi minoritas.

“Jangan jadikan mayoritas untuk menakut-takuti yang lain. Kita harus menerima, menghormati dan menjaga yang berbeda dengan kita,” ujar Andre, sapaan akrab Adrianus Garu.

Dia menjelaskan saat ini, bangsa ini sedang diuji dalam mempertahankan kebhinekaannya. Berbagai ujaran kebencian, saling hujat dan menghina agama satu oleh agama lain bermunculan di Sosial-Media (Sosmed).

“Kita tidak boleh ikut-kutan seperti yang muncul di Sosmed itu. Negara ini bisa bubar bila terus dibenturkan atas sentimen Sara,” ujar Andre yang pada Pemilu 2019 akan menjadi Caleg Partai Hanura.

Dia mengemukakan membangun bangsa ini tidak boleh egois. Jangan tonjolkan suku, agama dan ras (sara) tertentu saja yang merasa paling berhak membangun bangsa ini. Semua anak bangsa harus bersatu-padu dan membangun dalam keharmonisan.

“Kita bangun dalam bingkai NKRI. Jangan merasa menang sendiri. Bangsa ini bukan milik hanya satu suku atau satu agama saja. Kita semua memiliki hak atas bangsa ini,” tutup Andre.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here