Miris, Patung Sultan Ageng Tirtayasa Ditemukan Terbenam dalam Lumpur

63

Kastra.co – Patung yang diyakini merupakan sosok Sultan Ageng Tirtayasa teronggok terbuang di pinggiran Jalan Masjid Priyayi, tak jauh dari Sungai Kali Malang, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Arca tersebut sebelumnya ditemukan terbenam dalam lumpur sungai saat petugas irigasi tengah melakukan normalisasi.

Baca juga: Viral Video: Detik-detik Truk Tergelincir dan Masuk Sungai di Sumut

Ironis, sebab Sultan Ageng Tirtayasa adalah tokoh pejuang dari Banten dan mendapat gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 045/TK/Tahun 1970, tanggal 1 Agustus 1970.

Sastrawan Banten Toto St Radik membenarkan patung yang ditemukan petugas irigasi Sungai Kalimalang adalah patung Sultan Ageng Tirtayasa.

Ia mengungkapkan, patung Sultan Ageng Tirtayasa tersebut sudah dipasang sekitar tahun 2000-an di Simpang Kebun Jahe,  berdekatan dengan patung Keluarga Berencana (KB) di depan gerbang keluar Tol Serang Timur, Kota Serang.

Patung tersebut dirobohkan atas desakan anggota dewan dengan alasan takut terjadi syirik. Apalagi, menurutnya waktu itu muncul partai-partai berlatar belakang Islam.

“Ada dua patung saat itu dirobohkan yaitu patung Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa, waktu itu alasannya katanya sirik (penyekutuan Tuhan) jadi harus dirobohkan,” ungkap Toto seperti diberitakan BantenHits—jaringan Suara.com, Minggu (11/11/2018).

Baca juga: Menelusuri Pusat Peradaban Minangkabau di Flores Barat

Seniman Banten Tb Ahmad Fauzi menambahkan, saat patung Sultan Ageng Tirtayasa dirobohkan, sekitar tahun 2000-an para seniman melakukan aksi penolakan pembongkaran.

Alasan para anggota dewan merobohkan karena merasa bahwa patung tersebut bisa berpengaruh pada akidah masyarakat Serang.

“Anggota DPRD Kabupaten Serang bersikukuh patung ini akan berpengaruh pada akidah masyarakat,” paparnya.

Seingatnya, patung ini dibuat oleh Yusman, perupa ternama dari ISI Yogyakarta pada 1998. Pada era Bupati Bunyamin, patung ini dibongkar bersama patung Keluarga Berencana.

Sementara Fachroji, warga sekitar, saat ditemukannya patung tersebut, puluhan warga berkerumun untuk melihat dari dekat. Namun, tidak ada satu pun yang tahu siapa sosok pahlawan tersebut.

“Ya, ini sengaja disimpan di pinggir jalan untuk sementara diamankan. Saat diangkat tidak ada yang tahu. Patungnya ketemu di sungai pas alat berat mengambil lumpur, yah sekitar dua minggu lalu,” ujar Fachroji.

Baca juga: Viral Video: Pengguna Motor Bongkar Trotoar Jalan Agar Bisa Dilalui

Sarmin, warga lainya menambahkan, patung dalam kondisi berlumuran lumpur saat ditemukan dalam sungai. Oleh siswa-siswa sekolah yang melewati Jalan Masjid Priyayi, dibersihkan kemudian dijadikan objek foto.

“Yang biasa lewat melihat pertama pada kaget pas sudah ada di situ patungnya,” terangnya.

Epos Sulan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651 – 1683. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda.

Masa itu, VOC—maskapai dagang Belanda—menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten.

Kemudian, Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar.

Dalam bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi.

Sementara dalam bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.

Ketika terjadi sengketa antara kedua putranya, Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa.

Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan Saint-Martin.

Pada tahun 1683, Sultan Ageng tertangkap dan dipenjarakan di Batavia. Ia meninggal dunia dalam penjara dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Raja-raja Banten, di sebelah utara Masjid Agung Banten, Banten Lama.

Nama Sultan Ageng Tirtayasa juga kemudian diabadikan menjadi nama salah satu perguruan tinggi negeri di Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (CBN)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here