Cerita Ekonomi Game of Thrones

39

Kastra.co- Rangkaian pertemuan International Monetary Fund (IMF)- World Bank (WB) akan berakhir hari ini. Berbagai topik dan persoalan dibahas dalam rangka perubahan ekonomi global. Pertemuan hari ini (14/10/2018) yang dihadiri semua Gubernur bank sentral dari G30 membahas beberapa topik, termasuk pembahasan proyeksi global tentang ekonomi dan kebijakan moneter. Gubernur Bank Indonesia hadir memberikan sambutan, kemudian ketua G30 Tharman Shanmugaratnam juga memberikan sambutan pembuka.
Berakhirnya pertemuan internasional ini membuka peluang bagi indonesia menjadi tuan rumah dalam pertemuan berskala internasional lainnya. Berbagai tokoh dunia termasuk mentri keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyatakan kebanggaannya bahwa banyak perwakilan dari 189 negara peserta IMF-WB menganggap Indonesia berhasil melaksanakan acara skala internasional. Tidak kalah menarik ketika pada Kamis (11/10/2018) Indonesia berhasil menjalin kerja sama berupa penandatanganan investasi antara 14 BUMN dengan investor dan lembaga keuangan lainnya. Kesepakatan ini mencapai 13,5 miliar dollar AS.
Selain itu, yang menjadi perhatian peserta pertemuan dan dunia adalah ketika pidato internasional dari Presiden Joko Widodo ‘winter is coming’ berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa setiap negara harus bersiap diri menghadapi ‘musim dingin’. Menganalogikan kehidupan ekonomi global dengan Game of Throne (GoT), tanpa terkecuali dunia harus membangun kekuatan yang besar. Berbagai kebijakan ekonomi direformasi guna kerjasama yang baik. Bukan dengan kompetisi atau bermusuhan. Dalam GoT setiap orang berusaha mencapai iron throne. Untuk mencapainya kompetisi dan perang menjadi solusi. Akan tetapi, dalam ekonomi global saat ini yang ada bukanlah perang (dagang), melainkan kolaborasi dan kerjasama untuk memperbaiki ekonomi global dan tantangan global lainnya. Joko Widodo dalam pidatonya juga mengatakan bahwa negara-negara di dunia hidup dalam kebersamaan dan saling membutuhkan. Apabila ada yang perang untuk kekuasaan itu bukanlah kebaikan. Perang menciptkan kalah dan menang bukan apa-apa. Kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran tidak ada artinya. Menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di dunia yang tenggelam juga tidak ada artinya.
Iron Throne yang juga merupakan metonym yang mengacu pada monarki yang memerintah tujuh kerajaan dan otoritas monarki tidak berlaku pada situasi global saat ini. War Trade antara dua kekuatan ekonomi dunia tersebut membawa dampak bagi negara-negara berkembang. Berbagai akibatnya seperti krisis moneter dan defisit sudah dialami oleh berbagai negara termasuk Indonesia, Argentina, Turki dan Venezuela. Pidato Jokowi tersebut juga mengingatkan akan peran dari Jon Snow dalam serial GoT di season 6, dimana Ia diramalkan akan mencapai iron throne untuk menguasai dunia dalam sistem monarki. Akan tetapi, di tengah pencapaian itu perjuangannya sepenuh tenaga. Bahkan ia sempat mengalami kekalahan, tetapi bangkit lagi. Dalam keprihatinan situasi ekonomi global saat ini bangkitnya Jon Snow bukan menandakan Ia harus menang dan mencapai kekuasaan, melainkan melihat kembali apa yang menyebabkan Ia bangkit. Di tengah kebijakan naiknya suku bunga acuan untuk menarik modal dan naiknya harga minyak dunia, negara-negara berkembang dihadapkan pada kesiapan untuk mempertahankan diri melalui, misalnya dengan menambah kuota cadangan, memperkuat hubungan bilateral maupun multilateral. Bangkitnya Jon Snow, mengajak negara-negara berkembang untuk bangkit dari krisisnya. Dengan berakhirnya pertemuan IMF-WB ini bukan menandakan berakhirnya bangkit dari krisis, melainkan menjadi media untuk menjalin kerja sama agar yang mencapai iron throne bersama-sama. (Dado)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here