Ketua Yayasan Trisakti : Dollar Jangan Sampai Ganggu Penerbangan Kita

56

Jakarta – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti mengadakan seminar Nasional dengan tema “How Indonesian Airline Industry Survive From Currency and Fuel Price Turbulence“, Jumat, 12 Oktober 2018 di Auditorium Auditorium Lantai 7 Kampus ITL Trisakti, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Seminar yang diselenggarakan ITL bekerjasama dengan MNC Group ini membahas permasalahan perusahaan penerbangan akibat kenaikan kurs US Dollar.

Ketua Yayasan Trisakti Bimo Prakoso saat memberikan sambutannya berharap agar turbulensi ekonomi saat ini tidak menggangu penerbangan nasional.

“Dollar ini jangan sampai ganggu penerbangan kita. Indonesia harus dijaga bersama,” katanya di hadapan ratusan peserta seminar.

Bimo Prakoso menyerahkan Voucher Kepada salah satu peserta seminar.

Menurut Bimo, jika ingin mempertahanan bisnis penerbangan di tengah situasi sulit, maka yang perlu dikoreksi adalah public service operation supaya ada efisiensi dan tetap menjadi perhatian dari para pelaku bisnis dan stakeholders lainnya.

Rektor ITL saat memberikan keterangan kepada wartawan didampingi Ketua Yayasan Trisakti dan Wakil Rektor IV, Juliater Simarmata.

Sementara itu, Rektor ITL Trisakti, Tjuk Sukardiman mengatakan, situasi ekonomi saat ini yang berdampak langsung terhadap bisnis penerbangan sangat penting didiskusikan untuk menemukan solusi.

“Ada kecenderungan terhentinya penerbangan-penerbangan pada route tertentu dan semakin tajamnya persaingan usaha antar perusahaan penerbangan bahkan sudah ada beberapa yang menutup usahanya. Seminar ini mempertanyakan bagaimana upaya kita untuk mengatasi hal tersebut,” ujar Rektor yang juga Mantan Dirjen di kementrian perhubungan ini.

Para pakar dan praktisi yang menjadi narasumber acara ini berpandangan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih stabil dibandingkan beberapa negara lain. Berbeda dengan tahun 1998, saar ini indikator Ekonomi Indonesia termasuk positif.

Namun, para pakar meminta industri penerbangan agar arus cas (cash flow) dijaga di tengah fluktuasi nilai tukar. Selain itu, dunia usaha harus inovatif dan kreatif menyikapi turbulensi saat ini.

Seminar ini mengundang Kepala Riset INACA; Wismono Nitidihardjo, Direktur Komersial Sriwijaya Air; Toto Nurcahyo, Vice President Revenue Citilink; Agus Irianto, Soerjanto Tjahjanto dari KNKT, Perwakilan IATA dan Dosen ITL Trisakti, Charles AN.

Seminar ini dihadiri lebih dari 400 orang yang terdiri dari pembicara dan dan peserta dari mahasiswa, dosen, praktisi industri penerbangan, media. (CBN)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here